Sabtu, 20 Mei 2017

KEYAKINAN


                                 بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــمِ
Ibnu mas'ud berkata, Rasulullah Saw bersabda :
"Iman, dialah keyakinan secara totalitas".
Abu Hurairah berkata, aku mendengar Rasulullah Saw bersabda :
" Tidak ada yang aku takutkan atas umatku, kecuali lemah nya keyakinan". (HR Ath-Thabrani)
Keyakinan adalah inti keimanan. Dimulai dengan keyakinan kepada Allah, percaya sepenuh hati bahwa Allah adalah Tuhan, Pemilik, Pemelihara, dan Pemberi segala-galanya.
Keyakinan kepada Allah melahirkan keyakinan-keyakinan lain atas apa yang di ciptakan Allah.
Bahwa setiap yang diciptakan Allah memiliki karakter dan kemampuan yang menjadi ciri khasnya sendiri. Manusia diciptakan Allah memiliki fitrah dan karakter yang luar biasa dibandngkan makhluk lain. Manusia adalah gambaran Khaliq, memiliki sepercikan sifat-sifat Tuhan yang mampu melakukan apa saja. Artinya, kita harus yakin terhadap apa saja yang hendak kita kerjakan, kita harus yakin akan bisa mencapai tujuan, kita harus yakin Allah akan memberikannya. kita harus yakin bahwa apa yang kita kerjakan akan berhasil dan mendapat pahala.
Begitu pentingnya keyakinan dalam hidup, sampai-sampai Rasulullah Saw dalam menanamkan kayakinan ini kepada masyarakat membutuhkan waktu 13 tahun lamanya. Manusia ini disebut manyit kalau tidak punya nyawa. Manusia yang bernyawa tidak berarti apa-apa kalau tidak punya ruh. Ruh tidak berdaya apa-apa kalau tidak punya keyakinan. Jadi Keyakian itulah yang menggerakkan seseorang untuk mengerjakan sesuatu dan melakukan aktivitas. keyakinan inilah yang membuat kita tidak pantang menyerah, selalu mencari terobosan dari suatu teori ke teori lain, dari satu upaya ke upaya yang lain. Dan keyakinan itu pulalah yang membedakan siapa yang berhak mendapat pahala atau tidak mendapat pahala dari Allah SWT.
Keyakinan harus didasarkan pada ilmu. Keyakinan yang membabi buta tanpa ada fakta dan didukung oleh ilmu pengetahuan akan sangat berbahaya, bisa mencelakakan diri. Keyakinan seperti itu sangat dicela oleh agama. Apalagi keyakinan pada hal-hal yang negatif. Keyakina yang harus kita pegang adalah keyakinan yang positif, keyakinan yang mengarahkan pada kehidupan yang lebih baik. Tinggalkan keyakinan yang membuat hidup tidak lebih baik.

"Tinggalkan prasangka-prasangka buruk, karena itu akan menghambat kemajuan anda. Allah berfirman : Sesungguhnya prasangka itu tidak berguna sama sekali untuk kebenaran atau kemajuan. (QS.Yunus:39)  
Share:

الصبر

1.    Yakin Menurut Bahasa Dan Istilah

a.      Yakin menurut bahasa
Kata yakin (يَقِيِنٌ) merupakan isim mashdar yang berasal dari ,[1]يَقَنًا- يَيْقَنُ- يَقِنَ yang bermakna الاَمْرُ )jelas dan pasti)[2]. Syaikh Al-Jurjani mengatakan bahwa Yakin menurut bahasa adalah ilmu yang tidak ada keraguan bersamanya.[3]

b.      Yakin menurut Istilah
Syaikh Al-Jurjani menjelaskan bahwa Yakin menurut istilah adalah meyakini sesuatu itu seperti itu dan meyakini bahwa hal itu tidak mungkin kecuali seperti itu, serta senantiasa akan sesuai dengan kenyataan.[4]

Abu Hilal al-Askari mendefinisikan bahwa yakin adalah tetapnya jiwa dan dadanya merasa tenteram dengan apa yang ia ketahui.[5] Al-Baidhowi (W. 691 H) mengatakan bahwa yakin adalah mengokohkan ilmu dengan meniadakan keraguan dan kesamaran tentangnya dengan cara Nadzr (berfikir mendalam) dan Istidlal (menunjukkan dalil)[6].
Quraisy Shihab menjelaskan bahwa yakin adalah pengetahuan yang mantap tentang sesuatu disertai dengan tersingkirnya apa yang mengeruhkan pengetahuan itu, baik berupa keraguan, maupun dalil-dalil yang dikemukakan lawan. Itu sebabnya Allah tidak dinamai mencapai tingkat yakin karena pengetahuan Yang Maha mengetahui itu sedemikian jelas sehingga tidak pernah sesaat atau sedikit pun disentuh oleh keraguan. Berbeda dengan manusia yang yakin. Sebelum tiba keyakinannya, ia terlebih dahulu oleh keraguan. Namun, ketika ia sampai pada tahap yakin, keraguan yang tadinya ada menjadi sirna. Itu disebabkan Allah menjelaskan ayat-ayatnya dalam bentuk beragam dan silih berganti. Sehingga keraguan terkikis sedikit demi sedikit dan yang bersangkutan mencapai tahap yakin.[7]

Saya terlahir sebagai seorang yang menganut agama Islam dan saya yakin hanya Allah SWT lah satu satunya tuhan dialam semesta, dan Nabi Muhammad SAW sebagai utusan ALLAH dan AL-QURAN sebagai kitab penutup yang paling benar tanpa kesalahan. Saya percaya Allah selalu melihat kita,berada didekat kita dalam kondisi apapun,saat berbuat kebaikan maupun saat sedang berbuat dosa. banyak sekali cobaan yang menimpa saya,tapi saya yakin Allah tidak akan memberi cobaan lebih dari kemampuan hambanya,kita hanya perlu sabar dan melewati semuanya,saya percaya Allah mencintai orang orang yang sabar dan Allah akan memberikan hadiah untuk orang orang yang sabar,seperti yang disebutkan dalam ayat ayat Al- Quran dibawah ini :

1.) Kecintaan dari Allah.

وَاللّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ

“Dan Allah Mencintai orang-orang yang sabar.” (QS.Ali Imran:146)



2.) Pertolongan dari Allah.

إِنَّ اللّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

“Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS.al-Baqarah:153)



3.) Kamar-kamar di surga.

أُوْلَئِكَ يُجْزَوْنَ الْغُرْفَةَ بِمَا صَبَرُوا

“Mereka itu akan diberi balasan dengan tempat yang tinggi (dalam surga) atas kesabaran mereka.” (QS.al-Furqan:35)



4.) Pahala yang tak terbatas.

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ

“Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas.” (QS.az-Zumar:10)



5.) Kabar gembira dari Allah.

وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

“Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS.al-Baqarah:157)



6 dan 7.) Salawat dan rahmat dari Allah.

أُولَـئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ

“Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhan-nya.” (QS.al-Baqarah:157)



7.) Petunjuk dari Allah.

وَأُولَـئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ

“Dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS.al-Baqarah:157)

Sungguh besar pahala dan kemuliaan yang dimiliki orang-orang yang sabar. Mari kita melatih diri untuk bersabar dalam menghadapi segala kesulitan hidup. Karena dunia ini adalah tempatnya ujian, sementara akhirat adalah tempat menuai segala amal perbuatan.

Share:

Keyakinan

Wisnu Sulistyo A
27316698
1TB03

Keyakinan adalah suatu sikap yang ditunjukkan oleh manusia saat ia merasa cukup tahu dan menyimpulkan bahwa dirinya telah mencapai kebenaran. Karena keyakinan merupakan suatu sikap, maka keyakinan seseorang tidak selalu benar  atau, keyakinan semata bukanlah jaminan kebenaran.
Keyakinan/kepercayaan yg menjadi dasar pandangan hidup berasal dari akal atau kekuasaan Tuhan.
3 aliran :
·Aliran Naturalisme
·Ajaran agama dogmatis
·Ajaran agama dari pemuka-pemuka
·Aliran Intelektualisme
·Aliran Gabungan

             Sungguh suatu anugerah yang tak terhingga, ketika Allah SWT memberikan nikmat terbesar dalam kehidupan manusia, yaitu nikmat iman dan Islam. Nikmat yang menjadikan ada sebuah pembeda (furqan) antara seorang muslim dengan musyrikin. Nikmat Islam merupakan kunci surga Allah, yang di dalamnya terdapat banyak sekali kenikmatan abadi yang tiada habisnya, di mana setiap muslim dijamin oleh Allah akan dimasukkan ke dalam jannah-Nya, apabila menerapkan Islam secara kaffah dalam hidupnya.
Dalam kehidupan, manusia sebagai individu tidak terlepas dari agama/religi/kepercayaan yang dianutnya. Dalam kehidupan bermasyarakat pun kita tidak lepas dari unsur-unsur agama, religi, dan kepercayaan yang dianut bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai agama dan kepercayaan sebagai hasil dari perjalanan sejarah. Semua aktivitas manusia yang berkaitan dengan agama dan kepercayaan didasarkan pada suatu getaran jiwa yang disebut emosi keagamaan atau religious emotion.
Secara sederhana agama merupakan pegangan hidup agar tidak menyimpang. Tapi bagi orang-orang yang beraliran komunis mungkin agama hanyalah candu yang tidak membawa dalam kemajuan atau kehidupan yang sempurna. Agama memiliki aturan-aturan yang sudah ditetapkan oleh penyebar agama dengan dasar wahyu dari Tuhan. Tuntutan hidup yang harus dilakukan harus sejalan dengan hukum wahyu Tuhan. Akibatnya masyarakat agama hanya mengikuti dan menunggu akan takdir Tuhan, Islam hadir demi kasih sayang untuk sekalian alam.

Dan di dunia terdapat banyak agama salah satu nya agama islam, Agama Islam adalah agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dengan agama inilah Allah menutup agama-agama sebelumnya. Allah telah menyempurnakan agama ini bagi hamba-hambaNya. Dengan agama Islam ini pula Allah menyempurnakan nikmat atas mereka. Allah hanya meridhoi Islam sebagai agama yang harus mereka peluk.
Allah ta’ala berfirman:

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِين

“Pada hari ini Aku telah sempurnakan bagi kalian agama kalian, dan Aku telah cukupkan nikmat-Ku atas kalian dan Aku pun telah ridha Islam menjadi agama bagi kalian.” (QS. Al Maa’idah: 3)
Sungguh Indahnya Islam itu ?  sejak kita melafalkan kalimat syahadat itu secara sepenuh hati dan penuh keyakinan serta dengan keikhlasan, maka dari sejak saat itulah juga kita memeluk agama Islam dan mempunyai status sebagai manusia muslim. Bahwa dengan melalui kesadaran kita, hendaknya kita akan senantiasa selalu mematuhi segala perintah Allah SWT serta ajaran Baginda kita Rasulullah SAW. Apabila kita senantiasa belajar mencintai Allah dan Rasul-rasulnyaNya, maka kita akan menjadi manusia yang beruntung dan juga akan mampu menjaga keimanan sampai akhir hayat.
Agama Islam memiliki ajaran-ajaran yang jika kita meyakini dengan sepenuh hati, lalu mengamalkannya dalam kehidupan di dunia maka InsyaAllah kita akan mendapatkan segala bentuk ketenangan hati misalnya yaitu sholat dengan penuh kekhusyuan, bersedekah, saling memaafkan, Ikhlas, tawadhu, penuh toleransi antar umat beragama dan sebagainya.
Agama Islam pula merupakan sebuah pedoman dan acuan yang diturunkan oleh Allah SWT yang menciptakan bumi beserta isinya yang termasuk di dalamnya adalah manusia. Oleh karena itu Allah SWT telah menetapkan segala aturan yang berdasarkan pada kemampuan manusia dan tidak pula melampaui batas kemampuan manusia karena agama Islam bukanlah agama yang hendak akan mempersulit kehidupan manusia saja namun agama Islam hadir untuk memudahkan segala bentuk kehidupan manusia.
Islam bukanlah agama ritual untuk penyiksaan diri, akan tetapi Islam senantiasa akan memberi keringanan saat manusia sakit ataupun ketika manusia tidak mendapatkan air maka hendaklah ia melakukan tayammum untuk sebagai pengganti wudhu. Islam sungguh menitikberatkan untuk menyegerakan buka puasa jika sudah tiba waktunya, bahkan Islam sangat melarang melakukan puasa yang terus-menerus setiap hari selain pada puasa di Bulan Ramadhan. Islam pun menekankan bahwa sangat pentingnya menunaikan shalat malam atau sholat tahajud dan mensyariatkan untuk menikah karena dengan menikah berarti sudah menyempurnakan separuh agamanya.
Karena Indahnya Islam itu bukan hanya sekedar teori saja, akan tapi benar-benar merupakan sebuah kenyataan yang perlu dirasakan oleh manusia yang memiliki keimanan dan ketaatan yang sungguh kuat kepada Allah SWT, yang wujudnya bisa berupa ketenangan dan kebahagiaan hidup di dunia dan perasaan senang saat beribadah serta dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT . Dan inilah merupakan bentuk balasan kebaikan yang Allah SWT yang akan segerakan bagi hamba-hamba-Nya dalam beriman dan bertakwa kepada-Nya di kehidupan dunia, sebelum nantinya di kehidupan akhirat mereka akan mendapatkan balasan yang sempurna. Kebahagiaan dan ketenangan hidup hakiki hanyalah dapat dirasakan oleh orang yang dapat mengisi hidupnya pada keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT dan sebaliknya juga. Seseorang yang berpaling dari keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, maka sungguh pasti akan merasakan segala kesengsaraan dan kesempitan untuk hidup di dunia, maka sebelum nantinya berada di kehidupan akhirat akan mendapatkan azab pedih.
Tanpa keyakinan, orang tidak akan punya kekuasaan sama sekali. Mereka seperti kapal motor tanpa motor atau kemudi. Besar dan kuat, namun tak dapat berjalan. Dengan bimbingan keyakinan yang kuat, kita memiliki kebiasaan bertindak dan membentuk dunia yang ingin kita tinggali. Keyakinan membantu melihat apa yang diinginkan, dan mendorong kita meraihnya. Meyakini 1 agama adalah suatu kekuatan yang kita miliki dalam diri sendiri,agamamu adalah pilihan hidupmu,agamamu adalah tuntunan dari masalalu, masa sekarang dan masa depan (akhirat)mu, menyakini agamamu artinya kamu percaya akan adanya Tuhan karena keyakinan yang datang dari aliran naturalisme adalah kekuatan tertinggi dalam hidupmu.
Share:

Mengapa Katolik?

MENGAPA KATOLIK?
Setiap orang Katolik sepatutnya dapat memberikan suatu jawaban yang mantap dan mendalam atas pertanyaan, “Mengapa kamu seorang Katolik?” Tentu saja, bagi tiap-tiap invidivu, jawabannya bersifat amat pribadi dan mungkin agak berbeda dari jawaban orang lain. Saya harap, tak seorang pun dari kita yang telah dewasa akan sekedar menjawab, “Yah, karena orangtua membaptisku Katolik” atau “Aku dibesarkan secara Katolik” atau “Keluargaku semuanya Katolik.” Bukan. Bagi masing-masing kita, jawabannya haruslah pribadi, dari lubuk hati dan penuh keyakinan. Saya akan memberikan jawaban saya atas pertanyaan ini.

Pertama-tama, saya akan mengatakan bahwa saya seorang Katolik karena inilah Gereja yang didirikan Yesus Kristus. Sejarahwan paling ahli sekalipun akan harus mengakui bahwa Gereja Kristen pertama yang ada sejak jaman Kristus adalah Gereja Katolik Roma. Perpecahan besar pertama dalam kekristenan baru muncul pada tahun 1054, ketika Patriark Konstantinopel berselisih dengan paus atas siapa yang lebih berwenang; sang Patriark mengekskomunikasi paus, yang ganti mengekskomunikasi Patriark, dan lahirlah Gereja-gereja “Orthodox”. Kemudian, pada tahun 1517, Martin Luther memicu gerakan Protestan, dan ia diikuti oleh Calvin, Zwingli dan Henry VIII. Sejak itu, Protestanisme telah terpecah-pecah menjadi banyak Gereja-gereja Kristen lainnya.

Namun demikian, satu-satunya Gereja dan Gereja Kristen pertama yang didirikan Kristus adalah Gereja Katolik. Pernyataan ini tidak berarti bahwa tidak ada kebaikan dalam Gereja-gereja Kristen lainnya. Tidak pula berarti bahwa orang-orang Kristen lainnya tidak dapat masuk surga. Tetapi, sungguh berarti bahwa ada sesuatu yang istimewa mengenai Gereja Katolik. Konsili Vatican II dalam “Konstitusi Dogmatis tentang Gereja” memaklumkan bahwa kepenuhan dari sarana-sarana keselamatan ada dalam Gereja Katolik sebab inilah Gereja yang didirikan Kristus (No. 8).

Alasan kedua mengapa saya seorang Katolik ialah karena suksesi apostolik. Yesus mempercayakan otoritas-Nya kepada para rasul. Ia memberikan otoritas khusus kepada Petrus, yang disebut-Nya sebagai “batu karang” dan kepada siapa Ia mempercayakan kunci Kerajaan Allah. Sejak jaman para rasul, otoritas ini telah diwariskan melalui Salramen Imamat dari uskup ke uskup, dan kemudian diperluas ke imam dan diakon. Uskup kita sendiri, andai mau, dapat menelusuri kembali otoritasnya sebagai seorang uskup hingga ke jaman para rasul. Bulan Mei yang lalu, diadakan tahbisan imamat di katedral kita. Dalam tahbisan suci itu, Bapa Uskup menumpangkan tangannya ke atas kepala calon imam yang akan ditahbiskan. Dalam saat khidmad itu, suksesi apostolik diwariskan. Dalam terang iman, orang dapat melihat bukan saja Bapa Uskup, melainkan St Petrus dan St Paulus, bahkan Yesus Sendiri, menyampaikan tahbisan suci. Tidak ada uskup, imam ataupun diakon dalam Gereja kita yang menahbiskan dirinya sendiri atau memproklamirkan dirinya sendiri; tetapi otoritas itu berasal dari Yesus Sendiri dan dijaga oleh Gereja.

Alasan ketiga mengapa saya seorang Katolik adalah karena kita percaya akan kebenaran, yakni kebenaran mutlak yang diberikan oleh Tuhan Sendiri. Kristus menyebut Diri-Nya sebagai “jalan dan kebenaran dan hidup” (Yoh 14:6). Ia menganugerahkan kepada kita Roh Kudus, yang disebut-Nya Roh Kebenaran (Yoh 14:17), yang akan mengajarkan segala sesuatu kepada kita dan yang akan mengingatkan kita akan semua yang telah Ia ajarkan (Yoh 14:26). Kebenaran Kristus telah dipelihara dalam Kitab Suci. Konsili Vatican II dalam “Konstitusi Dogmatis tentang Wahyu Ilahi” memaklumkan bahwa, “segala sesuatu, yang dinyatakan oleh para pengarang yang ilhami atau hagiograf (penulis suci), harus dipandang sebagai pernyataan Roh Kudus, maka harus diakui, bahwa Kitab Suci mengajarkan dengan teguh dan setia serta tanpa kekeliruan kebenaran, yang oleh Allah dikehendaki supaya dicantumkan dalam kitab-kitab suci demi keselamatan kita” (No. 11). Kebenaran ini terus dipelihara dan diterapkan pada suatu masa dan budaya tertentu oleh magisterium, yakni otoritas mengajar Gereja. Sementara kita menghadapi berbagai macam issue seperti bioetika atau euthanasia - masalah-masalah yang tak pernah dibicarakan secara spesifik dalam Kitab Suci - betapa beruntungnya kita mempunyai Gereja yang mengatakan “Cara hidup seperti ini adalah benar atau cara ini salah menurut kebenaran Kristus.” Tak heran, Gereja Katolik menjadi berita utama di surat-surat kabar; kita adalah satu-satunya Gereja yang berpendirian tegas dan mengatakan, “Ajaran ini adalah benar selaras dengan pemikiran Kristus.”

Alasan lain mengapa saya seorang Katolik adalah karena sakramen-sakramen kita. Kita percaya akan ketujuh sakramen yang dianugerahkan Yesus kepada Gereja. Masing-masing sakramen menangkap suatu unsur penting dari kehidupan Kristus, dan melalui kuasa Roh Kudus mendatangkan bagi kita keikutsertaan dalam kehidupan ilahi Allah. Sebagai contoh, coba renungkan betapa anugerah mahaberharga kita boleh menyambut Ekaristi Kudus, Tubuh dan Darah Tuhan kita, atau menyadari bahwa dosa-dosa kita telah sungguh diampuni dan jiwa kita dipulihkan setiap kali kita menerima absolusi dalam Sakramen Tobat.

Pada waktu Misa, arahkanlah pandangan ke sekeliling gerejamu. Lihatlah pasangan-pasangan suami isteri yang berjuang untuk mengamalkan Sakramen Perkawinan dalam abad yang memperturutkan hawa nafsu dan perselingkuhan. Lihatlah orang-orangtua yang rindu mewariskan iman kepada anak-anak mereka. Lihatlah kaum muda yang berjuang untuk mengamalkan iman kendati dunia yang penuh pencobaan. Lihatlah kaum lanjut usia yang tetap setia kendati perubahan-perubahan dalam dunia dan Gereja. Lihatlah para imam dan kaum religius yang membaktikan hidup mereka demi melayani Tuhan dan Gereja-Nya. Ada begitu banyak orang yang membentuk Gereja kita.

Ya, tak seorang pun sempurna. Kita berdosa. Itulah sebabnya mengapa salah satu doa terindah dalam Perayaan Misa dipanjatkan sebelum tanda damai; kita berdoa, “Tuhan Yesus Kristus, jangan memperhitungkan dosa kami, tetapi perhatikanlah iman Gereja-Mu.” Ya, kendati segala kelemahan manusia, Gereja, sebagai lembaga yang didirikan oleh Kristus, terus melaksanakan misi-Nya di dunia ini.

Singkat kata, itulah alasan-alasan mengapa saya seorang Katolik dan seorang warga Gereja Katolik Roma.
Saya harap setiap orang Katolik dapat dengan bangga memberikan suatu jawaban yang jelas dan mendalam atas pertanyaan, “Mengapa kamu seorang Katolik?”
Share:

KEYAKINAN

Manusia yang hidup di dunia ini tidak mungkin lepas dari beragam perasaan senang, sedih, sakit, sehat, kuat, lemah, rajin, malas, dan beragam sifat manusia lainnya. Bagitu juga dengan rasa yakin dan ragu, selalu menyertai denyut nadi kehidupan manusia. Rasa yakin yang biasa mengawal hidup manusia, baik dalam dunia, bisnis, relasi sosial, hingga interaksi spritualnya, merupakan modal primer yang tidak layak untuk disia-siakan. Rasa yakin akan menggiring manusia menuju kunci kesuksesan dan keberhasilan menggapai kebahagiaan hidup dunia-akhirat. Sebaliknya, orang yang tidak memiliki keyakinan, perjalanan hidupnya akan goyah tak tentu arah. Oleh karena itu, keraguan yang mengganggu pikiran tidak akan mampu menggoyahkan status hukum yang telah dimiliki oleh kayakinan.

Adapun ditinjau dari segi bahasa, Kata yakin (يقين) merupakan isim mashdar yang berasal dari ,يقنا – ييقن – يقن  yang bermakna الأمر  (jelas dan pasti). Diskursus seputar makna kata yakin (selanjutnya di-indonesia-kan menjadi yakin) cukup semarak dibicarakan, terutama dalam kajian ilmu fiqh, Ushul Fiqh, maupun Kaidah Fiqh. Dilihat dari sisi bahasa, yakin secara sederhana dimaknai sebagai ketetapan hati atas suatu kenyataan atau realitas tertentu. Dengan demikian, dapat dipahami bahwa yakin secara bahasa adalah pengetahuan yang tidak disertai keragu-raguan. Sedangkan makna yakin secara istilah, di sini ada beberapa pendapat mengenai hal tersebut. Di antaranya dikemukakan oleh Ali bin Muhammad al-Jurjani seorang ahli bahasa dan teologi menuturkan bahwa yakin adalah kepercayaan hati terhadap suatu objek bahwa objek tersebut berwujud seperti itu dan wujudnya sesuai dengan kondisi objektifnya. Al-Junaid al-Bagdadi seorang tokoh sufi klasik mengatakan bahwa yakin adalah mantapnya pengetahuan, sehingga orang yang memilikinya tidak ingin berpaling dan berubah haluan.

“Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan ‘Ilmul Yaqin, niscaya kamu akan benar-benar melihat neraka jahanam, dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan ‘Ainul Yaqin, kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang dirasakan sendiri/Haqqul Yaqin)” [At Takaatsur 102: 5-8]
Menurut ayat diatas keyakinan akan suatu kebenaran dibagi dalam tiga tingkatan, yaitu;
1.Ilmul Yaqin; Keyakinan akan suatu kebenaran berdasarkan ilmu, yaitu mengetahui suatu kebenaran dengan cara mempelajari ilmu yang sudah ada mengenai pengetahuan tentang hal tersebut. Misal ingin mengetahui tentang api, bisa kita tahu berdasar ilmu pengetahuan yang mengajarkannya. Bagaimana ciri-cirinya, seperti rasanya panas, warnanya kuning kemerahan, bentuknya menjilat seperti lidah, menghasilkan asap dan seterusnya. Dari sini bisa kita gambarkan bentuk api sebagaimana ilmu pengetahuan yang sudah dipaparkan diatas. ‘Ilmul Yaqin bisa dijadikan sebagai salah satu dasar pembenar suatu fakta yang objektif dalam taraf yang paling rendah. Tetapi walaupun ilmu didapat berdasarkan fakta kebenaran, adakalanya dalam penyampaian ilmu tidak tersampaikan secara sempurna, entah karena kelemahan pembawa ilmu atau si penerima ilmu. Dengan demikian ‘Ilmu Yaqin belum tentu menghasilkan kebenaran yang objektif.
2.‘Ainul Yaqin; Keyakinan akan suatu kebenaran berdasarkan penyaksian, yaitu mengetahui suatu kebenaran dengan cara melihat langsung fakta yang ada. Misal ingin mengetahui tentang api, bisa kita tahu dengan melihat langsung keberadaan api dan mengetahui kebenaran faktanya. Ainul Yaqin menjadi dasar pembenar yang lebih objektif atas fakta suatu kebenaran. Karena orang bisa mengetahui fakta suatu kebenaran berdasar mata kepalanya sendiri atau melihat langsung. Tetapi kelemahan tetap masih ada, jika penglihatan kita tidak sempurna atau ada penghalang, maka pandangan kita menjadi terganggu, sehingga benda yang kita lihat menjadi samar atau tidak sesuai dengan bentuk aslinya. Misalkan kita melihat gajah, tetapi karena terhalang kabut atau karena mata kita ada katarak, mungkin kita bisa menyimpulkan apa yang kita lihat itu bukit. Dengan demikian ‘Ainul Yakin juga belum tentu menghasilkan kebenaran objektif.
3. Haqqul Yaqin; Keyakinan akan suatu kebenaran berdasarkan pengalaman, yaitu mengetahui suatu kebenaran dengan cara mengalaminya langsung. Misalkan ingin mengetahui tentang api, bisa kita tahu dengan memasukkan badan kita dalam api, sehingga bisa merasakan langsung panasnya api. Haqqul Yaqin menjadi dasar pembenar yang paling objektif atas fakta suatu kebenaran. Karena orang bisa mengetahui fakta suatu kebenaran berdasar pengalaman yang dialami sendiri, sehingga sulit terbantahkan kebenarannya.
Keyikanan seorang muslim tidak akan terlepas dari Al-Quran, Al-Quran adalah pedoman hidup umat manusia. Dan dari semua surat dan ayat yang di wahyukan kepada Nabi Muhammadﷺ baru beberapa ayat yang saya pelajari maknanya dan sejauh ini menjadi kutipan ayat yang saya sukai yaitu
QS ALI IMRAN:169
وَلَا تَحْسَبَنَّ ٱلَّذِينَ قُتِلُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ أَمْوَٰتًۢا بَلْ أَحْيَآءٌ عِندَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ
Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezeki.
2. QS ALI IMRAN:170
فَرِحِينَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَيَسْتَبْشِرُونَ بِالَّذِينَ لَمْ يَلْحَقُوا بِهِمْ مِنْ خَلْفِهِمْ أَلَّا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
3. QS AN NISA:74
وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ رَسُولٍ إِلا لِيُطَاعَ بِإِذْنِ اللَّهِ وَلَوْ أَنَّهُمْ إِذْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ جَاءُوكَ فَاسْتَغْفَرُوا اللَّهَ وَاسْتَغْفَرَ لَهُمُ الرَّسُولُ لَوَجَدُوا اللَّهَ تَوَّابًا رَحِيمًا 
Karena itu hendaklah orang-orang yang menukar kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat berperang di jalan Allah. Barangsiapa yang berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan maka kelak akan Kami berikan kepadanya pahala yang besar.
4. QS AL HAJJ:58
وَالَّذِينَ هَاجَرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ ثُمَّ قُتِلُوا أَوْ مَاتُوا لَيَرْزُقَنَّهُمُ اللَّهُ رِزْقًا حَسَنًا وَإِنَّ اللَّهَ لَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ - See more at: 
Dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, kemudian mereka di bunuh atau mati, benar-benar Allah akan memberikan kepada mereka rezeki yang baik (surga). Dan sesungguhnya Allah adalah sebaik-baik pemberi rezeki.
5. QS MUHAMMAD:4
فَإِذَا لَقِيتُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا فَضَرْبَ الرِّقَابِ حَتَّىٰ إِذَا أَثْخَنْتُمُوهُمْ فَشُدُّوا الْوَثَاقَ فَإِمَّا مَنًّا بَعْدُ وَإِمَّا فِدَاءً حَتَّىٰ تَضَعَ الْحَرْبُ أَوْزَارَهَا ۚ ذَٰلِكَ وَلَوْ يَشَاءُ اللَّهُ لَانْتَصَرَ مِنْهُمْ وَلَٰكِنْ لِيَبْلُوَ بَعْضَكُمْ بِبَعْضٍ ۗ وَالَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَلَنْ يُضِلَّ أَعْمَالَهُمْ
Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang) maka pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berakhir. Demikianlah apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebahagian kamu dengan sebahagian yang lain. Dan orang-orang yang syahid pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka.
6. QS MUHAMMAD:5
سَيَهْدِيهِمْ وَيُصْلِحُ بَالَهُمْ
Allah akan memberi pimpinan kepada mereka dan memperbaiki keadaan mereka,
7. QS MUHAMMAD:6
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ
dan memasukkan mereka ke dalam jannah yang telah diperkenankan-Nya kepada mereka.

Share:

Saya yakin!

Menurut wikipedia, Keyakinan adalah suatu sikap yang ditunjukkan oleh manusia saat ia merasa cukup tahu dan menyimpulkan bahwa dirinya telah mencapai kebenaran. Karena keyakinan merupakan suatu sikap, maka keyakinan seseorang tidak selalu benar atau, keyakinan semata bukanlah jaminan kebenaran. Menurut saya jika disambungkan dengan keyakinan beragma,pengartian itu benar karena di dunia ini ada beragam agama yang di anut oleh setiap manusia,memilih agama juga adalah ketakinan bahkan ada beberapa orang yang tidak yakin&percaya terhadap agama apapun.

Saya sebagai muslim yakin dan percaya iahwa Tuhan itu satu yaitu Allah swt dan Al Quran serta hadist adalah sebagai pedoman hidup, jawaban atas segala pertanyaan-pertanyaan kehidupan di dunia dan akhirat. Saya yakin dan percaya bahwa isi Al Quran serta hadist tidak memiliki kesalahan alias 100% benar. Walaupun saya masih belum taat terhadap aturan-aturan pada Al Quran dan Hadist tetapi saya berusaha untuk selalu mentaatinya. Walaupun saya terkadang melanggarnya tetapi saya sadar bahwa itu salah. Saya pernah memiliki pengalaman dimana saat itu saya merasa sangat sedih dan sudah merasa apa yang saya lakukan sudah maksimal,namun saya gagal awalnya merasa sedih namun setalah melihat ayat Al Baqarah:216,yang berbunyi:

وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216).
Saya bangkit dan seharusnya saya qanaah. Ternyata setelah melalui nya,benar ada hal-hal yang baik untuk orang lain(walaupun bukan untuk saya). Saya merasa sangat bersyukur. Dari hal sekecil itu saya sangat percaya apa yang menjadi perintahnya memang baik untuk umatnya,walaupun terkadang menimbulkan pendapat kontra di dunia. Kita sebagai umat muslim harus percaya terhadap Allah serta kitab-kitab nya,walaupun terkadang bagi orang awam tidak masuk logika namun kita tidak boleh menyalahkan Al Quran maupun Hadist.
Share:

KEYAKINAN

KIKI SETIANINGSIH
23316913
1TB03
ILMU BUDAYA DASAR 1

ISLAM IS....


Keyakinan adalah suatu sikap yang ditunjukkan oleh manusia saat ia merasa cukup tahu dan menyimpulkan bahwa dirinya telah mencapai kebenaran. Karena keyakinan merupakan suatu sikap, maka keyakinan seseorang tidak selalu benar  atau, keyakinan semata bukanlah jaminan kebenaran.
Keyakinan/kepercayaan yg menjadi dasar pandangan hidup berasal dari akal atau kekuasaan Tuhan.
3 aliran :
·         Aliran Naturalisme
·         Ajaran agama dogmatis
·         Ajaran agama dari pemuka-pemuka
·         Aliran Intelektualisme
·         Aliran Gabungan

             Sungguh suatu anugerah yang tak terhingga, ketika Allah SWT memberikan nikmat terbesar dalam kehidupan manusia, yaitu nikmat iman dan Islam. Nikmat yang menjadikan ada sebuah pembeda (furqan) antara seorang muslim dengan musyrikin. Nikmat Islam merupakan kunci surga Allah, yang di dalamnya terdapat banyak sekali kenikmatan abadi yang tiada habisnya, di mana setiap muslim dijamin oleh Allah akan dimasukkan ke dalam jannah-Nya, apabila menerapkan Islam secara kaffah dalam hidupnya.

Dalam kehidupan, manusia sebagai individu tidak terlepas dari agama/religi/kepercayaan yang dianutnya. Dalam kehidupan bermasyarakat pun kita tidak lepas dari unsur-unsur agama, religi, dan kepercayaan yang dianut bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai agama dan kepercayaan sebagai hasil dari perjalanan sejarah. Semua aktivitas manusia yang berkaitan dengan agama dan kepercayaan didasarkan pada suatu getaran jiwa yang disebut emosi keagamaan atau religious emotion.

Secara sederhana agama merupakan pegangan hidup agar tidak menyimpang. Tapi bagi orang-orang yang beraliran komunis mungkin agama hanyalah candu yang tidak membawa dalam kemajuan atau kehidupan yang sempurna. Agama memiliki aturan-aturan yang sudah ditetapkan oleh penyebar agama dengan dasar wahyu dari Tuhan. Tuntutan hidup yang harus dilakukan harus sejalan dengan hukum wahyu Tuhan. Akibatnya masyarakat agama hanya mengikuti dan menunggu akan takdir Tuhan, Islam hadir demi kasih sayang untuk sekalian alam.


Dan di dunia terdapat banyak agama salah satu nya agama islam, Agama Islam adalah agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dengan agama inilah Allah menutup agama-agama sebelumnya. Allah telah menyempurnakan agama ini bagi hamba-hambaNya. Dengan agama Islam ini pula Allah menyempurnakan nikmat atas mereka. Allah hanya meridhoi Islam sebagai agama yang harus mereka peluk.
Allah ta’ala berfirman:

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِين

“Pada hari ini Aku telah sempurnakan bagi kalian agama kalian, dan Aku telah cukupkan nikmat-Ku atas kalian dan Aku pun telah ridha Islam menjadi agama bagi kalian.” (QS. Al Maa’idah: 3)

Sungguh Indahnya Islam itu ?  sejak kita melafalkan kalimat syahadat itu secara sepenuh hati dan penuh keyakinan serta dengan keikhlasan, maka dari sejak saat itulah juga kita memeluk agama Islam dan mempunyai status sebagai manusia muslim. Bahwa dengan melalui kesadaran kita, hendaknya kita akan senantiasa selalu mematuhi segala perintah Allah SWT serta ajaran Baginda kita Rasulullah SAW. Apabila kita senantiasa belajar mencintai Allah dan Rasul-rasulnyaNya, maka kita akan menjadi manusia yang beruntung dan juga akan mampu menjaga keimanan sampai akhir hayat.

Agama Islam memiliki ajaran-ajaran yang jika kita meyakini dengan sepenuh hati, lalu mengamalkannya dalam kehidupan di dunia maka InsyaAllah kita akan mendapatkan segala bentuk ketenangan hati misalnya yaitu sholat dengan penuh kekhusyuan, bersedekah, saling memaafkan, Ikhlas, tawadhu, penuh toleransi antar umat beragama dan sebagainya.

Agama Islam pula merupakan sebuah pedoman dan acuan yang diturunkan oleh Allah SWT yang menciptakan bumi beserta isinya yang termasuk di dalamnya adalah manusia. Oleh karena itu Allah SWT telah menetapkan segala aturan yang berdasarkan pada kemampuan manusia dan tidak pula melampaui batas kemampuan manusia karena agama Islam bukanlah agama yang hendak akan mempersulit kehidupan manusia saja namun agama Islam hadir untuk memudahkan segala bentuk kehidupan manusia.

Islam bukanlah agama ritual untuk penyiksaan diri, akan tetapi Islam senantiasa akan memberi keringanan saat manusia sakit ataupun ketika manusia tidak mendapatkan air maka hendaklah ia melakukan tayammum untuk sebagai pengganti wudhu. Islam sungguh menitikberatkan untuk menyegerakan buka puasa jika sudah tiba waktunya, bahkan Islam sangat melarang melakukan puasa yang terus-menerus setiap hari selain pada puasa di Bulan Ramadhan. Islam pun menekankan bahwa sangat pentingnya menunaikan shalat malam atau sholat tahajud dan mensyariatkan untuk menikah karena dengan menikah berarti sudah menyempurnakan separuh agamanya.

Karena Indahnya Islam itu bukan hanya sekedar teori saja, akan tapi benar-benar merupakan sebuah kenyataan yang perlu dirasakan oleh manusia yang memiliki keimanan dan ketaatan yang sungguh kuat kepada Allah SWT, yang wujudnya bisa berupa ketenangan dan kebahagiaan hidup di dunia dan perasaan senang saat beribadah serta dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT . Dan inilah merupakan bentuk balasan kebaikan yang Allah SWT yang akan segerakan bagi hamba-hamba-Nya dalam beriman dan bertakwa kepada-Nya di kehidupan dunia, sebelum nantinya di kehidupan akhirat mereka akan mendapatkan balasan yang sempurna. Kebahagiaan dan ketenangan hidup hakiki hanyalah dapat dirasakan oleh orang yang dapat mengisi hidupnya pada keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT dan sebaliknya juga. Seseorang yang berpaling dari keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, maka sungguh pasti akan merasakan segala kesengsaraan dan kesempitan untuk hidup di dunia, maka sebelum nantinya berada di kehidupan akhirat akan mendapatkan azab pedih.

Tanpa keyakinan, orang tidak akan punya kekuasaan sama sekali. Mereka seperti kapal motor tanpa motor atau kemudi. Besar dan kuat, namun tak dapat berjalan. Dengan bimbingan keyakinan yang kuat, kita memiliki kebiasaan bertindak dan membentuk dunia yang ingin kita tinggali. Keyakinan membantu melihat apa yang diinginkan, dan mendorong kita meraihnya. Meyakini 1 agama adalah suatu kekuatan yang kita miliki dalam diri sendiri,agamamu adalah pilihan hidupmu,agamamu adalah tuntunan dari masalalu, masa sekarang dan masa depan (akhirat)mu, menyakini agamamu artinya kamu percaya akan adanya Tuhan karena keyakinan yang datang dari aliran naturalisme adalah kekuatan tertinggi dalam hidupmu.
Share:

Senin, 15 Mei 2017

PANDANGAN HIDUP DAN CITA-CITA


1. Pandangan Hidup
Pandangan Hidup merupakan suatu dasar atau landasan untuk membimbing kehidupan jasmani dan rohani. Pandangan hidup ini sangat bermanfaat bagi kehidupan individu, masyarakat, atau negara. Semua perbuatan, tingkah laku dan aturan serta undang-undang harus merupakan pancaran dari pandangan hidup yang telah dirumuskan.
Pandangan hidup sering disebut filsafat hidup. Filsafat berarti cinta akan kebenaran, sedangkan kebenaran dapat dicapai oleh siapa saja. Hal inilah yang mengakibatkan pandangan hidup itu perlu dimiliki oleh semua orang dan semua golongan.
Setiap orang, baik dari tingkatan yang paling rendah sampai dengan tingkatan yang paling tinggi, mempunyai cita-cita hidup. Hanya kadar cita-citanya sajalah yang berbeda. Bagi orang yang kurang kuat imannya ataupun kurang luas wawasannya, apabila gagal mencapai cita-cita, tindakannya biasanya mengarah pada hal-hal yang bersifat negative.
Disinilah peranan pandangan hidup seseorang. Pandangan hidup yang teguh merupakan pelindung seseorang. Dengan memegang teguh pandangan hidup yang diyakini, seseorang tidak akan bertindak sesuka hatinya. Ia tidak akan gegabah bila menghadapi masalah, hambatan, tantangan dan gangguan, serta kesulitan yang dihadapinya.
Biasanya orang akan selalu ingat, taat, kepada Sang Pencipta bila sedang dirudung kesusahan. Namun, bila manusia sedang dalam keadaan senang, bahagia, serta kecukupan, mereka lupa akan pandangan hidup yang diikutinya dan berkurang rasa pengabdiannya kepada Sang Pencipta. Hal ini disebabkan oleh beberapa factor, antara lain :
  1. Kurangnya penghayatan pandangan hidup yang diyakini.
  2. Kurangnya keyakinan pandangan hidupnya.
  3. Kurang memahami nilai dan tuntutan yang terkandung dalam pandangan hidupnya.
  4. Kurang mampu mengatasi keadaan sehingga lupa pada tuntutan hidup yang ada dalam pandangan hidupnya.
  5. Atau sengaja melupakannya demi kebutuhan diri sendiri.
Pandangan hidup tidak sama dengan cita-cita. Sekalipun demikian, pandangan hiup erat sekali kaitannya dengan cita-cita. Pandangan hidup merupakan bagian dari hidup manusia yang dapat mencerminkan cita-cita atau aspirasi seseorang dan sekelompok orang atau masyarakat.
Pandangan hidup merupakan sesuatu yang sulit untuk dikatakan, sebab kadang-kadang pandangan hidup hanya merupakan suatu idealisme belaka yang mengikuti kebiasaan berpikir didalam masyarakat. Manuel Kaisiepo (1982) dan Abdurrahman Wahid (1985) berpendapat bahwa pandangan hidup itu bersifat elastis. Maksudnya bergantung pada situasi dan kondisi serta tidak selamanya bersifat positif.
Pandangan hidup yang sudah diterima oleh sekelompok orang biasanya digunakan sebagai pendukung suatu organisasi disebut ideology. Pandangan hidup dapat menjadi pegangan, bimbingan, tuntutan seseorang ataupun masyarakat dalam menempuh jalan hidupnya menuju tujuan akhir.

2. Cita-Cita
Pandangan hidup terdiri atas cita-cita, kebajikan dan sikap hidup. Cita-cita, kebajikan dan sikap hidup itu tak dapat dipisahkan dengan kehidupan manusia. Dalam kehidupannya manusia tidak dapat melepas diri dari cita-cita, kebajikan dan sikap hidup itu.
Orang tua selalu menimang-nimang anaknya sejak masih
bayi agar menjadi dokter, insinyur, dan sebagainya. Ini berarti bahwa sejak anaknya lahir, bahkan sejak dalam kandungan, orang tua telah berangan-angan agar anaknya itu mempunyai jabatan atau profesi yang biasanya tak tercapai oleh orang tuanya.
Selain dari itu, pada setiap kelahiran bayi, do’a yang di ucapkan oleh family atau handai taulan biasanya berbunyi : “ Semoga kelak menjadi orang yang berguna bagi nusa, bangsa, agama, dan berbakti kepada orang tua.
Karena itu wajarlah apabila cita-cita, kebajikan, dan pandangan hidup merupakan bagian hidup manusia. Tidak ada orang hidup tanpa cita-cita, tanpa berbuat kebajikan, dan tanpa sikap hidup. Sudah tentu kadar atau tingkat cita-cita, kebajikan, dan sikap hidup itu berbeda-beda bergantung kepada pendidikan, pergaulan, dan lingkungan masing-masing.
Cita-cita itu perasaan hati yang merupakan suatu keinginan yang ada dalam hati. Cita-cita sering kali diartikan sebagai angan-angan, keinginan, kemauan, niat atau harapan. Cita-cita itu penting bagi manusia, karena adanya cita-cita menandakan kedinamikan manusia.
Ada tiga kategori keadaan hati seseorang yakni lunak, keras,dan lemah, seperti :
  1. Orang yang berhati keras, biasanya tak berhenti berusaha sebelum cita-citanya tercapai. Ia tidak menghiraukan rintangan, tantangan, dan segala esulitan yang dihadapinya. Orang yang berhati keras biasanya juga mencapai hasil yang gemilang dan sukses hidupnya.
  2. Orang berhati lunak biasanya dalam usaha mencapai cita-citanya menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi. Namun ia tetap berusaha mencapai cita-cita itu. Karena, biarpun lambat ia akan berhasil juga mencapai cita-citanya.
  3. Orang yang berhati lemah biasanya mudah terpengaruh oleh situasi dan kondisi. Bila menghadapi kesulitan cepat-cepat ia berganti haluan dan berganti keinginan.
Semua orang pasti memiliki cita-cita dalam dirinya masing-masing termasuk saya, saya sendiri memiliki  cita-cita yang dari kecil berbeda-beda yang ingin menjadi polisi, tentara, pilot, arsitek dan masih banyak lagi. Kemudian lulus dari bangku SMA saya harus memilih cita-cita saya yang ingin  digapai yaitu menjadi arsitek yang sukses, sayapun mendaftar di kampus UNIVERSITAS GUNADARMA dengan mengambil jurusan arsitektur karna saya ingin belajar lebih mendalam tentang arsitek dan saya juga ingin membuktikan kepada mereka yang menganggap saya tidak mampu menjadi  seorang arsitek.
Share:

Keyakinan Dan Kepercayaan

TUGAS 9 ILMU BUDAYA DASAR
DYAH ALIA FAHRANA FILDZAHANI
1TB03
22316228
KEYAKINAN DAN KEPERCAYAAN


Keyakinan dan kepercayaan yang menjadi dasar pandangan hidup berasal dari akal atau kekuasaan Tuhan. 
Menurut Prof.Dr.Harun Nasution, ada tiga aliran filsafat, yaitu :

       A. Aliran Naturalisme

Aliran Naturalisme berintikan spekulasi, mungkin ada Tuhan mungkin juga tidak ada Tuhan. lalu yang mana yang benar ? yang benar adalah keyakinan. jika kita yakin Tuhan itu ada, maka kita katakan tuhan ada. bagi yang tidak yakin, dikatakan Tuhan tidak ada yang ada hanya natur.manusia mengabdi kepada Tuhan melalui ajaran-ajaran agama. ajaran agama ada dua macam yaitu :
·         Ajaran agama dogmatis, yang disampaikan Tuhan melalui nabi-nabi.
·         Ajaran agama dari pemuka-pemuka agama, yaitu sebagai hasil pemikiran manusia, sifatnya relatif terbatas.

            B. Aliran Intelektualisme

Dasar aliran ini adalah logika/ akal. akal berasal dari bahasa Arab, artinya kalbu, yang berpusat di hati, sehingga timbul istilah “hati nurani”, artinya daya rasa.

C. Aliran Gabungan

Dasar aliran ini ialah kekuatan gaib dan juga akal. kekuatan gaib artinya kekuatan yang berasal dari Tuhan, percaya adanya Tuhan sebagai dasar keyakinan. sedangkan akal adalah dasar kebudayaan yang menentukan benar tidaknya tindakan sesuatu.

Dilihat dari segi bahasa, keyakinan berasal dari kata yaqin yang artinya percaya sungguh-sungguh. Kepercayaan berbeda dengan keyakinan. Keyakinan dan keimanan berada di atas istilah kepercayaan. Dan keyakinan ekuivalen dengan keimanan. Kepercayaan menerima dengan budi (ratio) dan keyakinan menerima dengan akal.

Dalam kehidupan, manusia mempunyai banyak keyakinan atas suatu hal. Dengan keyakinannya inilah, kemudian manusia bertindak sebagai makhluk budaya. Keyakinan yang dimiliki manusia bisa berwujud bermacam-macam.


Dalam hal agama tentunya setiap manusia mempunyai kepercayaannya masing-masing. Saya percaya dan yakin kepada agama Islam. Keyakinan itu berarti menyakini secara pasti dan benar bahwa Allah adalah Sang Maha Pencipta. Allah menurunkan Al-Quran sebagai landasan utama dalam sikap dan perilaku kita. Didalamnya terdapat satu ayat yang menenangkan hati saya dalam mengatasi kesulitan/cobaan dalam hidup.

 “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (Alam Nasyrah : 5-6).


Share:

Pandangan Hidup Dan Cita-Cita

TUGAS 8 ILMU BUDAYA DASAR
DYAH ALIA FAHRANA FILDZAHANI
1TB03
22316228
PANDANGAN HIDUP DAN CITA-CITA




         Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasaikan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.
Macam-macam sumber pandangan hidup.

         Pandangan hidup banyak sekali macamnya dan ragamnya. Akan tetapi pandangan hidup dapat diklasifikasikan berdasaikan asalnya yaitu terdiri dari 3 macam :


A. Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya.

B. Pandangan hidup yang berupa ideologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norms yang terdapat pada negara tersebut.

C. Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.

Pandangan hidup ini sangat bermanfaat bagi kehidupan individu, masyarakat, atau negara. Semua manusia pasti mempunyai suatu pandangan hidup sendiri – sendiri dan kemungkinan berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Tak sedikit pula orang yang mempunyai pandangan hidup yang sangat bertentangan dengan pandangan hidup orang yang lainnya, itulah yang sering memicu perdebatan diantara umat manusia dalam kehidupan sehari hari.


Orang yang memiliki pandangan hidup pasti memiliki tujuan, dan tujuan ini biasa di sebut cita-cita. Menurut kamus umum Bahasa Indonesia, yang disebut cita-cita adalah keinginan, harapan, tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Baik keinginan, harapan, maupun tujuan merupakan apa yang mau diperoleh seseorang pada masa mendatang.

Setiap orang pasti mempunyai cita-cita. Saya bercita-cita ingin menjadi seorang Arsitek. Saya ingin membangun bangunan-bangunan yang bermanfaat bagi orang-orang kelak di masa mendatang. Usaha yang saya lakukan selain memiliki niat dan tekad kuat, saya mempelajari hal-hal tentang Arsitektur di universitas yang saya ambil. Selain itu saya juga selalu berdoa kepada yang Maha Kuasa agar diberikan kemudahan dalam mencapai cita-cita saya.


Share:

Biografi Aristoteles, Plato, Socrates Serta Makna Keadilan

TUGAS 7 ILMU BUDAYA DASAR
DYAH ALIA FAHRANA FILDZAHANI
1TB03
22316228



1. Aristoteles

Aristoteles (bahasa Yunani: ‘Aριστοτέλης Aristotélēs), (384 SM – 322 SM) adalah seorang filsuf Yunani, murid dari Plato dan guru dari Alexander yang Agung. Ia menulis tentang berbagai subyek yang berbeda termasuk fisikametafisikapuisilogikaretorikapolitikpemerintahanetnisbiologi dan zoologi.Bersama dengan Socrates dan Plato, ia dianggap menjadi seorang di antara tiga orang filsuf yang paling berpengaruh di pemikiran Barat. Menurut Aristoteles, keadilan adalah kelayakan dalam tindakan manusia. (kelayakan= titik tengah antara 2 ekstrim).


2.  Plato

Plato (bahasa Yunani: Πλάτων) (lahir sekitar 427 SM - meninggal sekitar 347 SM) adalah seorang filsuf dan matematikawan Yunani, penulis philosophical dialogues dan pendiri dari Akademi Platonik di Athena, sekolah tingkat tinggi pertama di dunia barat. Ia adalah murid Socrates. Pemikiran Plato pun banyak dipengaruhi oleh Socrates. Plato adalah guru dari Aristoteles. Karyanya yang paling terkenal ialah Republik (dalam bahasa Yunani Πολιτεία atau Politeia, "negeri") yang di dalamnya berisi uraian garis besar pandangannya pada keadaan "ideal".[butuh rujukan] Dia juga menulis 'Hukum' dan banyak dialog di mana Socrates adalah peserta utama Salah satu perumpamaan Plato yang termasyhur adalah perumpaan tentang orang di guaCicero mengatakan Plato scribend est mortuus (Plato meninggal ketika sedang menulis). Keadilan oleh Plato diproyeksikan pada  diri manusia sehingga yang dikatakan adil adalah orang yg mengendalikan diri dan perasaaannya dikendalikan oleh akal


3.  Socrates

      Socrates (Yunani: Σωκράτης, Sǒcratēs) (469 SM - 399 SM) adalah filsuf dari AthenaYunani dan merupakan salah satu figur paling penting dalam tradisi filosofis Barat. Socrates lahir di Athena, dan merupakan generasi pertama dari tiga ahli filsafat besar dari Yunani, yaitu Socrates, Plato dan Aristoteles. Socrates adalah guru Plato, dan Plato pada gilirannya juga mengajar Aristoteles. Semasa hidupnya, Socrates tidak pernah meninggalkan karya tulisan apapun sehingga sumber utama mengenai pemikiran Socrates berasal dari tulisan muridnya, Plato. Socrates memproyeksikan keadilan pada pemerintahan. Keadilan tercipta ketika warga negara sudah merasakan bahwa pihak pemerintah sudah melaksanakan tugasnya dengan baik.



Keadilan sendiri adalah yang dimana pada kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hal, baik menyangkut benda atau orang yang ditempatkan sesuai tempatnya. Keadilan memberikan kebenaran, ketegasan dan suatu jalan tengah dari berbagai persoalan juga tidak memihak kepada siapapun. Dan bagi yang berbuat adil merupakan orang yang bijaksana.

Contoh Keadilan:
Seorang koruptor yang memakan uang rakyat. Koruptor di tangkap dan dimasukan kepenjara selama 2 tahun tanpa ada goresan luka sedikit pun pada wajahnya. Hal tersebut mencerminkan bahwa hakim dan jaksa di indonesia tidak adil pada rakyat kecil yang dikarenakan mencuri dompet mendapatkan masa kurungan lebih dari sang koruptor, padahal koruptor lah yang mencuri uang rakyat lebih banyak dari pada pencopet itu. Bahkan koruptor bisa mendapatkan fasilitas yang istimewa bahkan seperti apartemen didalam penjara.


Share:

Minggu, 14 Mei 2017

PANDANGAN HIDUP DAN CITA CITA

Pandangan Hidup adalah pendapat atau pertimbagan yanag dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia..
Pendapat atau pertimbangan itu hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.

Pandangan hidup ada 3 macam:
1.      Pandangan hidup yang berasal dari agama, yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya.
2.      Pandangan  hidup yang  berupa ideology, yaitu disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada  Negara.
3.      Pandangan berdasarkan renungan, yaitu pandangan hidup yang relative kebenarannya.

Pandangan hidup yang berasal dari keyakinan & kepercayaan
Keyakinan dan kepercayaan adalah menjadi dasar pandangan hidup yang berasal dari akal atau kekuasaan tuhan, ada tiga aliran filsafat yaitu:
A.     Aliran Naturalisme              : Hidup manusia itu dihubungkan dengan kekuatan gaib yang merupakan kekuatan tertinggi, kekuatan gaib itu dari natur dan itu dari tuhan . Manusaia adalah ciptaan tuhan karena itu manusia mengabdi pada tuhan melalui ajaran-ajaran agama.
B.     Aliran Intelektualisme         : Dasar aliran ini adalah logika/akal {kalbu yang berpusat dihati} “hati nurani” maka keyakinan manusia itu bermula dari akal.
C.     Aliran Gabungan                : dasar aliran ini adalah kekuatan gaib yang berasal dari tuhan sebagai dasar keyakinan sedangkan akal adalah dasar kebudayaan yang menetukan benar tidaknya sesuatu yang dinilai berdasarkan akal, baik sebagai logika berpikir maupun rasa atau hati nurani. Apabila dasar keyakinan itu kekuatan gaib dari tuhan dan akal berimbang maka akan menghasilkan pandangan hidup sosialisme –religius, kebajikan yang dikehendaki adalah kebajikan menurut logika berpikir dan dapat diterima hati nurani, semuanya itu berkat karunia Tuhan.

CITA CITA
Cita cita saya dari kecil memang ingin menjadi Arsitektur,karena awalnya disuruh oleh paman saya karena saat kecil dulu saya sangat suka sekali menggambar sehingga paman saya menyuruh saya untuk menjadi Arsitek saja, lalu saya juga tertarik pada bidang ini, usaha yang telah saya lakukan untuk menggapai cita cita saya,saya sudah merasa belajar dengan giat, mulai rajin beribadah tidak seperti dulu yang sering bolong bolong, dan minta doa dari orang tua saya,sekian dan terima kasih.

Share:

Sabtu, 13 Mei 2017

Download cover esben

klik link d bawah buat download cover esben

Cover by nico


Link download cover esben
Share:

PANDANGAN HIDUP

Setiap manusia mempunyai pandangan hidup, Pandangan hidup itu bersifat kodrati. Karena itu menentukan masa depan seseorang. Untuk itu perlu dijelaskan pula apa arti pandangan hidup. Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasaikan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.
Macam-macam sumber pandangan hidup, Pandangan hidup banyak sekali macamnya dan ragamnya. Akan tetapi pandangan hidup dapat diklasifikasikan berdasaikan asalnya yaitu terdiri dari 3 macam :
1.      Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya.
Pandangan hidup menurut ajaran Islam:
Surah Al Baqarah ayat 28 menjelaskan :
(Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, lalu kepada-Nyalah kamu dikembalikan)
Ayat tersebut melukiskan bahwa sebelum masa konsepsi (pembuahan dalam rahim) manusia adalah benda mati kemudian dihidupkan (diberi hayat) oleh Allah lahir kedunia sampai ajalnya mati lagi seperti keadaan sebelum konsepsi kemudian dihidupkan kembali untuk kedua kalinya. Meskipun mengalami dua kali mati dan dua kali hidup tetapi kematian atau mati yang pertama tidak sama dengan kematian atau mati yang kedua. Demikian pula kehidupan atau hayatnya yang pertama tidak sama sengan kehidupan atau hayatnya yang kedua.

Hal ini dapat dipahami dari ayat 64 dari Surah Al Ankabut : (Dan tidaklah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main belaka. Dan sesungguhnya kampung akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya kalau mereka mengetahui)

Kemudian ayat 77 dari surah Al Qashash (Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) kampung akhirat dan janganlah kamu melupakan bahagiamu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (Kepada orang lain ) sebagaimana Allah telah berbuat baik padamu. Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan).

Akhirnya mari kita baca ayat 56 dari surah Al Dzariyat : (Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi – Ku).

Dari ayat-ayat tersbut dapat dipahami bahwa hidup manusia di dunia ini.hanyalah untuk beribadah atau mengabdi kepada Allah semata. Dan pengabdian manusia di dunia ini laksana “senda gurau” yang akan diakhiri dengan kematiannya yang kedua untuk hidup kekal selamanya. Dimana kwalitas kehidupan di akhirat itu sangat erat hubunagannya dengan kwalitas kehidupan di dunia ini.

2.      Pandangan hidup yang berupa ideology yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada Negara tersebut.
Ideology berasal dari bahasa Yunani dan merupakan gabungan dari dua kata yaitu edios yang artinya gagasan atau konsep dan logos yang berarti ilmu. Pengertian ideology secara umum adalah sekumpulan ide, gagasan, keyakinan dan kepercayaan yang menyeluruh dan sistematis. Dalam arti luas, ideology adalah pedoman normative yang dipakai oleh seluruh kelompok sebagai dasar cita-cita, nila dasar dan keyakinan yang dijunjung tinggi.
Ada beberapa istilah ideology menurut beberapa para ahli yaitu:
Ø  Destut De Traacy :istilah ideology pertama kali dikemukakan oleh destut de Tracy tahun 1796 yang berarti suatu program yang diharapkan dapat membawa suatu perubahan institusional dalam masyarakat Perancis.
Ø  Ramlan Surbakti membagi dalam dua pengertian yakni :
·         Ideologi secara fungsional : seperangkat gagasan tentang kebaikan bersama atau tentang masyarakat dan Negara yag dianggap paling baik.
·         Ideologi secara structural : suatu system pembenaran seperti gagasan dan formula politik atas setiap kebijakan dan tindakan yang diambil oleh penguasa.

3.      Pandangan hidup hasil renungan yakni pandangan hidup yang relative kebenarannya.

Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relative kebenarannya ,pandangan hidup yang berasal dari agama/hidup muslim .Pandangan hidup muslim, rumusan tujuan hidup yang didasari oleh ajaran agama menempati posisi sentral, yakni orang yang hormat dan tunduk kepada nilai-nilai agama yang diyakininya, melalui figure Ulama Kharismatik, atau menurut kitab suci. Menurut ajaran Islam, tujuan hidup manusia ialah untuk menggapai ridha Allah, ibtigha mardhatillah. Firman Allah .


Mengenal arti pandangan hidup, yaitu pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Yaitu kita harus mempunyai arah dan tujuan hidup, seperti cita-cita, Cita-cita menurut definisi adalah keinginan, harapan, atau tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Tidak ada orang hidup tanpa cita-cita, tanpa berbuat kebajikan, dan tanpa memilih tujuan hidupnya. Cita-cita itu perasaan hati yang merupakan suatu keinginan yang ada dalam hati. Cita-cita yang merupakan bagian atau salah satu unsur dari pandangan hidup manusia, yaitu sesuatu yang ingin digapai oleh manusia melalui usaha. Cita cita dapat diraih bukan hanya dari angan angan, tapi dari usaha dan kerja keras. Usaha yang sudah saya kerjakan sampai saat ini adalah belajar dan menuntut ilmu, yang insya allah akan menjadi awal dari sebuah penunjang jalan menuju masa depan yang lebih cerah untuk cita cita saya. Melaksanakan sholat 5 waktu beserta perintah sunahnya. Dan berbakti kepada orang tua. Itu adalah beberapa yang sedang saya kerjakan untuk cita cita saya, namun semua tidak selalu berjalan mulus. Dan selalu ada rintangan yang menyertai. 
Share:

Blogroll

About

BTemplates.com

Diberdayakan oleh Blogger.