Sabtu, 13 Mei 2017

Cita-Citaku menjadi....


KIKI SETIANINGSIH
23316913
1TB03
ILMU BUDAYA DASAR 1

PANDANGAN HIDUP, CITA-CITA SERTA USAHAMU
Hasil gambar untuk pandangan hidup


Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya. Dengan demikian pandangan hidup itu bukanlah timbul seketika atau dalam waktu yang singkat saja, melainkan melalui proses waktu yang lama dan terus menerus, sehingga hasil pemikiran itu dapat diuji kenyataannya. Hasil pemikiran itu dapat diterima oleh akal, sehingga diakui kebenarannya. Atas dasar itu manusia menerima hasil pemikiran itu sebagai pegangan, pedoman, arahan, atau petunjuk yang disebut pandangan hidup. Apa yang kita lihat sebagai titik acuan dalam hidup kita untuk setiap hari menjadi pribadi yang lebih baik.  Pandangan Hidup merupakan suatu dasar atau landasan untuk membimbing kehidupan jasmani dan rohani. Pandangan hidup ini sangat bermanfaat bagi kehidupan individu, masyarakat, atau negara. Semua manusia pasti mempunyai suatu pandangan hidup sendiri – sendiri dan kemungkinan berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Tak sedikit pula orang yang mempunyai pandangan hidup yang sangat bertentangan dengan pandangan hidup orang yang lainnya, itulah yang sering memicu perdebatan diantara umat manusia dalam kehidupan sehari hari.
Setiap manusia mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup itu bersifat kodrati (kekuasaan yang di dapat dari dalam diri ataupun dari luar yang memang sudah diilhaimi oleh Tuhan) Karena itu pandangan menentukan masa depan seseorang, yang memang harus manusia miliki dalam kehidupannya masing-masing dan hal ini yang membuat setiap pandangan manusia berbeda-beda tergantung bagaimana cara dia melihat dan menyikapi kedatangan pandangan dalam hidupnya. Pandangan tersebut merupakan hasil dari pemikiran dalam manusia berdasarkan pengalaman atau sejarah dalam waktu yang cukup lama sehingga dari pemikiran-pemikiran tersebut diolah untuk menjadi suatu manfaat yang baik bagi individual,masyarakat atau pun negara.
 Pandangan hidup banyak sekali macam dan ragamnya. Akan tetapi pandangan hidup dapat diklasifikasikan berdasarkan asalnya yaitu :
·         Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya. Pandangan hidup yang saya lakukan dalam cangkupan beragama masih banyak kurangnya, masih terlena dengan aktivitas dunia yang dilakukan saat ini, tetapi hukum agama yanag saya lakukan tetap dalam jalan dan syariat Islam yang ada.
·         Pandangan hidup yang berupa ideology yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada Negara tersebut. Pandangan hidupku terhadap negara adalah bagaimana caranya aku menjadi pribadi yang di butuhkan serta dibanggakan oleh negara bahkan bagaimana acaranya membawa nama negara ini menjadi lebih wangi semerbak di luaran sana.
·         Pandangan hidup hasil renungan yakni pandangan hidup yang relative kebenarannya. Bukan hanya menjadi menjadi pribadi yang lebih baik setiap harinya, tapi tentang bagaiamana aku terus dapat menjalankan hidup ini menjadi sesososk yang berguna di mata Tuhanku,kedua orang tua, keluarga,masyarakat dan negara ku ini.
Manfaat-manfaat pandangan hidup memiliki suatu tujuan dan tujuan ini biasa di sebut cita-cita. Menurut kamus Besar Bahasa Indonesia, yang disebut cita-cita adalah keinginan, harapan, tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Baik keinginan, harapan, maupun tujuan merupakan apa yang mau diperoleh seseorang pada masa mendatang.
Apabila cita-cita itu tidak mungkin atau belum mungkin terpenuhi, maka cita-cita itu disebut angan-angan.
            Antara masa sekarang yang merupakan realita dengan masa yang akan datang sebagai ide atau cita-cita terdapat jarak waktu. Dapatkah seseorang mencapai apa yang dicita-citakan, hal itu bergantung dari tiga faktor :
 - Faktor manusia
- Faktor kondisi
 - Faktor tingginya cita-cita Terdapat formula sukses yang dapat kita jadikan pedoman untuk menggapai cita-cita kita:
·         Pertama kita harus mengubah Belief System (Keyakinan dan Goal) kita.
·         Kedua kita harus mengubah cara berpikir kita dan emosi kita.
·         Ketiga, mengubah segala keputusan kita yang dapat menghambat cita-cita kita.
·         Keempat, kita harus mengubah segala tindakan-tindakan buruk kita. Dari semua itu kita akan mendapatkan hasil yang menjadi keyakinan dan goal kita dari awal.
 Cita-cita yang baik adalah cita-cita yang dapat dicapai melalui kerja keras, kreativitas, inovasi, dukungan orang lain dan sebagainya.Tulisan kali ini mengulas tentang cita-cita ku yang dulunya ingin menjadi seorang polisi wanita.
Oke, kenapa sih alasannya pengen jadi Polwan?
Simple, “ingin membela kebenaran” bukan hanya  itu saja sebenarnya tetapi ingin sekali menjadi penyelidik kejahatan atau kriminilaitas yang lainnya.
Sejak kapan?
Sejak aku duduk di bangku TK.
Masuk di bangku SD, jika ditanya soal cita-cita pun tak berubah. Apalagi Ayah yang selalu memberi ku semangat. Intinya aku harus jadi Polwa. Ayah siap bantu untuk mewujudkan impian ini.
Masuk SMP aku berusaha untuk meningkatkan kualitas diri, salah satunya latihan fisik agar terbiasa ketika mengikuti tes kepolisian nantinya. Salah satunya ikut bergabung di salah satu perguruan Taekwondo, namanya Institut Taekwondo Indonesia.
Sampai duduk di bangku SMA pun aku masih aktif latihan Taekwondo. Setelah tahu ternyata aku punya kelemahan fisik, semangatku semakin menurun. Cita-cita untuk menjadi seorang Polwan pun putus di tengah jalan, tetapi untuk tidak memberi perasaan yang begitu kecewa kepada kedua orangtuaku aku tetap mengikuti tes di Sekolah kedinasan milik departemen perhubungan alisan Sekolah Transfortasi Darat (STTD) walau ujungnya memang di tolak juga.
Itulah yang membuatku berpikir lebih jauh untuk tidak mengagung-agungkan cita-cita menjadi Polwan. Mungkin, bukan ini yang aku butuhkan.
                Ayahku seorang desainer interior yang kebiasaanya menggambar secara otomatis aku sering melihatnya dan selalu ingin tahu bagaimana caranya gambar itu dapat di buat? Apalagi ia membuka usahanya di rumah jadi keseharian ku juga bermain dengan kayu bahkan sesekali di waktu luang aku membantu mengerjakan pesanan yang ada seperti mengaplas kayu atau mengecatnya. Usahanya semakin maju dan besar tapi usianya tak lagi muda, aku mulai berpikir dan merenungkan bersama kedua orang tuaku yang sebentar lagi aku mendaftar kuliah. Tidak ada satupun anak ayah yang dapat diandalkan untuk meneruskan bisnis ayah,untuk itu mereka mempercayai aku untuk meneruskannya sampai akhirnya aku memilih jurusan arsitektur walau aku lebih menggeluti tentang bangunannya setidaknya itu dapat membantu kelak.

Untuk itu keseriusan untuk belajar dan mengerjakan tugas  serta ibadah kepada Tuhan semakin aku tingkatkan setiap harinya sebab lulus tepat waktu adalah salah satu keinginanku supaya aku dapat membahagiakan mereka sebelum waktunya
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Blogroll

About

BTemplates.com

Diberdayakan oleh Blogger.