Sabtu, 05 November 2016

Fungsi Keluarga dan Penggolongan Masyarakat

Fungsi Keluarga

Keluarga adalah kelompok terkecil dalam kehidupan sosial dan masyarakat. Tidak hanya tempat mencurahkan isi hati, Keluarga memiliki fungsi untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan, seperti biologis, pemeliharaan ekonomi, sosialisasi, kegamaan, dan masih banyak lagi. Mengapa? Karena keluarga adalah salah satu dasar terbentuknya kehidupan sosial bermasyarakat.
Dalam satu keluarga kita harus mengerti apa fungsi keluarga yang sebenarnya dan menanamkan kepercayaan dan mempertanggung jawabkan kepercayaan antara anggota keluarga. Jika semua itu tidak ditanamkan dalam suatu keluarga, makan akan muncul masalah-masalah yang tidak akan kita ketahui. Misalnya,salah satu anggota keluarga ada yang terjaring sindikat narkoba. Seperti yang kita tahu narkoba adalah barang yang sangat berbahaya,biasanya msayarakat menggunakan narkoba sebagai penghilang stress. Dengan mengetahui fungsi-fungsi dalam keluarga maka tindakan-tindakan yang dapat kita ambil menurut fungsi-fungsi keluarga adalah:

  1. Fungsi Biologis
Seperti yang kita ketahui, baik pria maupun wanita sama-sama memiliki kebutuhan biologis. Fungsi keluarga dalam memenuhi kebutuhan biologis ini sangat penting. Saat suami dan istri saling memenuhi kebutuhan biologis, aktivitas tersebut akan berlanjut pada tahap reproduksi atau meneruskan keturunan. Keluarga adalah sarana reproduksi yang paling tepat. Setelah fungsi biologis dari suami dan istri terpenuhi, maka terjadilah proses pengembangbiakan untuk melangsungkan keturunan di keluarga tersebut.
            Saat salah satu anggkota keluarga pernah/menjadi pengguna,sebagai anggota keluarga harus mengintropeksi diri apakah sudah memberikan kebutuhan-kebutuhan yang berkaitan dengan tumbuh kembang,seperti pemenuhan gizi,kesehatan ataupun kasih sayang.

  1. Fungsi Pemeliharaan
Sebagaimana yang kita ketahui, keluarga adalah sarana yang sah secara hukum dan agama untuk meneruskan keturunan. Akan tetapi, fungsi keluarga tidak hanya sebatas meneruskan keturunan saja, tetapi juga memeliharanya dengan mencukupi segala kebutuhan lahiriah dan batiniahnya. Membesarkan anak adalah salah satu fungsi dari keluarga yang tidak bisa diganggu gugat.
Jika salah satu anggota keluarga kita pernah/menjadi pengguna narkoba, maka tindakan yang dapat kita ambil adalah memberikan kasih sayang sesama anggota keluarga,biasanya jika anggota keluarga kita terjaring narkoba,maka anggota lainnya akan memarahinya bahkan membiarkannya dibawa oleh yang berwenang. Seharusnya sesama anggota harus memberikan nasihat-nasihat yang disampaikan secara halus. Dan jika anggota yang terjaring narkoba itu melakukannya berkali-kali baru kita boleh  membawanya ke Rehabilitasi dengan tujuan memperbaiki diri bukan menyerahkan begitu saja kepada yang berwenang. Dan juga memberikan perlindungan dengan cara memberikan rasa peduli sesama anggota keluarga,dengan selalu mengetahui bagaimana ia berteman/berhubungan dengan orang lain disekitarnya. Jika sekiranya kita sudah tau menyimpang maka harus cepat-cepat melakukan tindakan.

  1. Fungsi keagamaan
Memperkenalkan dan mengajak anak dan anggotakeluarga yang lain dalam kehidupan beragama, dan tugas kepala keluarga untuk menanamkan bahwa ada kekuatan lain yang mengatur kehidupan ini dan ada kehidupanlain setelah di dunia ini. Karena seperti kita ketahui, agama adalah pondasi kehidupan.
Dengan mengetahui salah satu anggota keluarga pernah/menjadi pengguna narkoba maka kita sebagai anggota keluarga harus selalu mengingatkan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, Sang Pencipta kita, dengan cara beribadah. Misalnya saya,sebagai umat muslim akan membina anggota keluarga saya yang pernah/menjadi pengguna narkoba untuk selalu shalat dan mengkaji Al- Quran. Karena yang seperti umat muslim percaya, Al- Quran adalah jawaban atas pertanyaan-pertanyaan kami di dunia. Kita harus menyadari bahwa Tuhan memberikan cobaan sesuai apa yang umatNya mampu.

  1. Fungsi Sosialisasi
Keluarga memainkan peran penting dalam proses sosialisasi. Di dalam keluarga, seorang anak akan belajar tentang nilai, norma, moral, dan cara untuk menjalin komunikasi dengan orang lain di luar keluarga. Selain itu, keluarga adalah tempat untuk membentuk karakter diri pada masing-masing anggota keluarga, terutama anak.
Maka jika anggota keluarga terjaring narkoba  dibutuhkan rasa peduli yang tinggi dengan memberitahu mana yang benar dan mana yang salah. Karena melalui proses sosialisasi yang baik dalam keluarga,  sesama anggota akan menjadi manusia sosial yang berkarakter baik.




  1. Fungsi Ekonomi
Sejak zaman dahulu, fungsi ekonomi di dalam keluarga sudah berjalan tanpa kita sadari.Keluarga adalah tempat di mana kita bisa memperoleh makanan, pakaian, tempat tinggal, dan kebutuhan materi lainnya. Keluarga akan memberikan dukungan finansial untuk masing-masing anggota keluarganya.
Dengan mengetahui anggota keluarga terjaring narkoba maka, Jangan dibiarkan begitu saja, jangan malah menuruh pergi dari rumah. Pemberian fasilitas berupa pembiayaan kesehatan atau rehabilitasi penting guna memperbaiki diri anggota yang terjaring narkoba tersebut.

  


Pengelompokan Masyarakat

  1. Masyarakat Non Industri
Kita telah tahu secara garis besar bahwa , kelompok nasional atau organisasi kemasyarakatan non industri dapat digolongkan menjadi dua golongan, yaitu kelompok primer (primary group) dan kelompok sekunder (secondary group).

  1. Kelompok primer
Dalam kelompok primer, interaksi antar anggota terjalin lebih intensif, lebih erat, lebih akrab. Dikarenakan para anggota kelompok sering berdialog, bertatap muka, sehingga mereka mengenal lebih dekat, lebih akrab.
Dalam kelompok-kelompok primer bercorak kekeluargaan dan lebih berdasarkan simpati. Pembagian kerja atau pembagian tugas pada kelompok menerima serta menjalankan tugas tidak secara paksa, lebih dititik beratkan pada kesadaran, tanggung jawabpara anggota dan berlangsung atas dasar rasasimpati dan secara sukarela.
Contoh-contoh kelompok primer, antara lain :keluarga, rukun tetangga, kelompok belajar,kelompok agama, dan lain sebagainya.

  1. Kelompok sekunder
Antara anggota kelompok sekunder, terpaut saling hubungan tak Iangsung, formal, juga kurang bersifat kekeluargaan. Oleh karen yaitu, sifat interaksi, pembagian kerja, pembagian kerja antaranggota kelompok di atur atas dasar pertimbangan-pertimbangan rasional, obyektif.
Para anggota menerima pembagian kerja/pembagian tugas atas dasar kemampuan; keahlian tertentu, di samping dituntut dedikasi. Hal-hal semacam itu diperlukan untuk mencapai target dan tujuan tertentu yang telah di flot dalam program-program yang telah sama-sama disepakati. Contoh-contoh kelompok sekunder, misalnya : partai politik, perhimpunan serikat kerja/serikat buruh, organisasi profesi dan sebagainya. Berlatar belakang dari pengertian resmi dan tak resmi, maka tumbuh dan berkembang kelompok formal (formal group) atau lebih akrab dengan sebutan kelompok resmi, dan kelompok tidak resmi (informal group). Inti perbedaan yang terjadi adalah : Kelompok tidak resmi (informal group) tidak berstatus resmi dan tidak didukung oleh Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah tangga (ART) seperti yang lazim berlaku pada kelompok resmi.
Namun demikian, kelompok tidak resmi juga mempunyai pembagian kerja, peranan-peranan serta hirarki tertentu, norma-norma tertentu sebagai pedoman tingkah laku para anggota beserta konvensi-konvensinya. Tetapi hal ini tidak dirumuskan secara tegas dan tertulis seperti pada kelompok resmi (W.A. Gerungan, 1980 : 91). Contoh : Semua kelompok sosial, perkumpulan-perkumpulan, atau organisasi-organisasi kemasyarakatan yang memiliki anggota kelompok tidak resmi.

  1.  Masyarakat Industri
Durkheim mempergunakan variasi pembangian kerja sebagai dasar untuk mengklasifikasikan masyarakat, sesuai dengan taraf perkembangannya. Akan tetapi is lebih cenderung mempergunakan dua taraf klasifikasi, yaitu yang sederhana dan yang kompleks. Masyarakat-masyarakat yang berada di tengah kedua eksterm tadi diabaikannya (Soerjono Soekanto, 1982 : 190).
Jika pembagian kerja bertambah kompleks, suatu tanda bahwa kapasitas masyarakat semakintinggi. Solidaritas didasarkan pada hubungan saling ketergantungan antara kelompok-kelompok masyarakat yang telah men2enal pengkhususan.Otonomi sejenis, juga menjadi ciri daribagian/ kelompok-kelompok masyarakat industri. Otonomi sejenis dapat diartikan dengan kepandaian/keahlian khusus yang dimiliki seseorang secara mandiri, sampai pada batas-batas tertentu.
Contoh-contoh : tukang roti, tukang sepatu,tukang bubut, tukang las, ahli mesin, ahli listrik dan ahli dinamo, mereka dapat bekerja secara mandiri. Dengan timbulnya spesialisasi fungsional, makin berkurang pula ide-ide kolektif untuk diekspresikan dan dikerjakan bersama. Dengan demikian semakin kompleks pembagian kerja, semakin banyak timbul kepribadian individu. Sudah barang tentu masyarakat sebagai keseluruhan memerlukan derajat integrasi yang serasi. Akan tetapi hanya akan sampai pada batas tertentu, sesuai dengan bertambahnya individualisme.







Menkop: Semangat dan Jiwa Wirausaha Masyarakat Indonesia Sangat Tinggi
AHMAD FADLIIndonesian Industry  October 6, 2016, 3:09 pm


IndonesianIndustry.com-Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga meyakini masyarakat Indonesia secara turun-temurun memiliki modal jiwa kewirausahaan yang diwariskan oleh nenek moyang bangsa Indonesia. Oleh karena itu, Menteri Anak Agung Gede Ngurah (AAGN) Puspayoga dalam acara Talkshow Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) di Kantor Kementerian Koperasi dan UKM Jakarta, Kamis, (6/10/2016) optimistis tidak sulit untuk menumbuhkan kembali jiwa kewirausahaan di kalangan masyarakat.
Namun untuk itu diperlukan keterlibatan banyak pihak atau tidak semata pemerintah yang turun tangan. Pihaknya mengapresiasi sejumlah pihak yang memiliki komitmen kuat untuk bersama-sama pemerintah menumbuhkan wirausaha baru di kalangan masyarakat.
Ia misalnya memberikan apresiasi penuh kepada Himpunan Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) yang telah membantu program pemerintah mendorong terciptanya lebih banyak wirausaha baru untuk meningkatkan sektor perekonomian.
Dalam sambutannya Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga mengatakan, hal itu merupakan sebuah langkah maju bagi sektor kewirausahaan, ketika ada sekelompok masyarakat yang seiring mendukung program pemerintah mewujudkan wirausaha baru.
“Saya percaya semangat kewirausahaan kita terbaik sedunia, sesuai tema kita Getting Spirit of Entrepreneurship. Contoh kecil saja, saya lahir di sebuah kampung di Bali, dulu setiap akhir pekan masyarakat Lombok ke kampung saya untuk menjual kain batik dari berbagai daerah dengan cara digendong-gendong. Itu juga bukti semangat entrepreneur kita paling tinggi,” ujar Menteri AAGN Puspayoga. Sayangnya, hingga kini pertumbuhan entrepreneur Indonesia masih sangat kecil, yakni hanya 1,6 persen dari populasi. Pemerintah menargetkan angka itu bisa didongkrak hingga dua persen.
“Bukan hanya pemerintah, Hal ini menjadi tugas kita semua, tugas para entrepreneur dan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat seperti Himpunan GKN ini yang bergabung untuk menjadi perintis dalam membangun perekonomian Indonesia,” lanjutnya.
Sementara itu, lanjut Menteri AAGN Puspayoga menilai kegiatan ini merupakan suatu sinergi antara program pemerintah Jokowi-JK dan para entrepreneur. Hal ini terlihat dari pembangunan sektor infrastuktur yang diperbaiki untuk menghubungkan daerah satu dan yang lain merupakan cara peningkatan perekonomian di daerah itu sendiri.
“Perekonomian itu secara otomatis tumbuh. Itu pasti, jika tidak ada jalan maka kewirausahaan tidak ada.” ujarnya. Menteri AAGN Puspayoga mengatakan, perkembangan sektor pariwisata juga ikut membantu peningkatan kewirausahaan.
“Contoh saja, Bali sudah di teror bom hingga dua kali. Namun kewirausahaan dan ekonomi kreatifnya tetap tumbuh bagus, ini bukan teori, tapi sebuah realita” ungkapnya.
Sinergi dari program pemerintah untuk meningkatkan kewirausahaan yang berkualitas diperlukan agar Indonesia mampu bersaing dengan negara lain. (Ahmad Fadli)



Sumber:


Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Blogroll

About

BTemplates.com

Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive