Sabtu, 05 November 2016

FUNGSI KELUARGA DAN PENGGOLONGAN MASYARAKAT

FUNGSI KELUARGA DAN PENGGOLANGAN MASYARAKAT

1. Keluarga
Keluarga adalah susunan orang-orang yang disatukan oleh ikatan-ikatan perkawinan, darah atau adopsi  dan merupakan unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan. Keluarga merupakan kesatuan dari orang-orang yang berinteraksi dan berkomunikasi yang menciptakan peranan-peranan sosial bagi si suami dan istri, ayah dan ibu, putra dan putri, saudara laki-laki dan saudara perempuan. Keluarga memiliki 5 fungsi, yaitu: fungsi biologis, fungsi pemeliharaan, fungsi ekonomi, fungsi keagamaan, dan fungsi sosial.           
Dijelaskan dalam sebuah kasus jika seandainya ada anggota keluarga yang pernah menjadi pecandu narkoba apa yang harus kita lakukan berdasarnya 5 fungsi keluarga tersebut.
a. Fungsi Biologis Tugas keluarga yang utama dalam hal ini adalah untuk meneruskan keturunan sebagai generasi penerus yang sehat dan bebas narkoba. 
b. Fungsi Pemeliharaan Jika ada anggota keluarga kita yang pernah tercandu narkoba hendaknya kita memelihara atau merawatnya agar sembuh. Misalnya, mengantar dan menemaninya ke rehabilitasi.
c. Fungsi Ekonomi Dalam hal ekonomi jika ada anggota keluarga kita yang menjadi pecandu narkoba alangkah baiknya jika beberapa pengeluaran dibatasi dan digunakan untuk biaya si pecandu agar sembuh. d. Fungsi Keagamaan Kita sebagai anggota keluarga khususnya orang tua harus menerapkan ajaran-ajaran dan keyakinan beragama yang baik sehingga tidak terjerumus ke dalam hal-hal negatif termasuk narkoba.   e. Fungsi Sosial Penanaman dan penerapan nilai-nilai moral dan budaya harus diajarkan sejak dini. Agar anggota keluarga tahu mana yang baik dan buruk, menghargai, dan menghormati satu sama lain. 

2. Masyarakat
Masyarakat (sebagai terjemahan istilah society) adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), di mana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut.  
A.      Masyarakat Sederhana
Masyarakat sederhana merupakan masyarakat yang tidak rumit. Keterikatan emosional antara  masyarakat sangat tinggi sehingga tercipta kerukunan dan interaksi social yang sangat tinggi.  Masyarakat sederhana memiliki tingkat religiusitas yang sangat tinggi, hal ini karena factor  kebiasaan masyarakat sederhana yang sering dijumpai di lingkungan pedesaan yang sehariharinya  tidak lepas dari kegiatan keagamaan. Tingkat interaksi social juga yang sangat tinggi dipengaruhi  oleh factor masyarakat sederhana yang bisa dikategorikan sebagai masyarakat yang tumbuh dan  berkembang di dalam suatu wilayah yang cukup sempit. Selain itu, kegiatan masyarakaat sederhana  di pedesaan sangat membentuk kepribadian gototng royong masyarakat. Karena mengutamakan asas  kekeluargaan, masyarakat sederhana sulit untuk mengerjakan sesuatu sendiri tanpa bantuan orang lain. 

B.       Masyarakat Maju
Masyarakat Maju. Masyarakat maju memiliki aneka ragam kelompok sosial, atau lebih dikenal dengan kelompok organisasi kemasyarakatan yang tumbuh dan berkembang berdasarkan kebutuhan serta tujuan tertentu yang akan dicapai.  
Dalam Masyarakat Maju dapat di kelompokkan menjadi 2 kelompok, yaitu Masyarakat Non- Industri dan Masyarakat Industrial. 
1.       Masyarakat Non- Industri
Secara garis besar, kelompok ini dapat digolongkan menjadi gua golongan yaitu kelompok primer dan kelompok sekunder. Dalam kelompok primer, interaksi antar anggotanya terjadi lebih intensif, lebih erat, lebi akrab. Kelompok ini disebut juga kelompok face to face group.Sifag interaksi bercirak kekeluargaan dan lebih berdasarkan simpati. Pembagian kerja atau pembagian tugas pada kelompok ini dititik berakan pada kesadaran, tanggungjawab para anggotadan berlangsung atas dasar rasa simpati dan secara sukarela. Dalam kelompok sekunder terpaut saling hubungan tidak langsung, formal, juga kurang bersifat kekeluargaan. Oleh krn itu sifat interaksi, pembagian kerja, diatur atas dasar pertimbangan-pertimbagnan rasional obyektif. Para anggota menerima pembagian kerja atas dasar kemampuan / keahlian tertentu, disamping dituntut target dan tujuan tertentu yang telah ditentukan.
   
2.       Masyarakat Industri
 Durkheim mempergunakan variasi pembangian kerja sebagai dasar untuk mengklasifikasikan masyarakat, sesuai dengan taraf perkembangannya. Akan tetapi is lebih cenderung mempergunakan dua taraf klasifikasi, yaitu yang sederhana dan yang kompleks. Masyarakat-masyarakat yang berada di tengah kedua eksterm tadi diabaikannya (Soerjono Soekanto, 1982 : 190). Jika pembagian kerja bertambah kompleks, suatu tanda bahwa kapasitas masyarakat semakintinggi. Solidaritas didasarkan pada hubungan saling ketergantungan antara kelompok-kelompok masyarakat yang telah men2enal pengkhususan.Otonomi sejenis, juga menjadi ciri daribagian/ kelompok-kelompok masyarakat industri. Otonomi sejenis dapat diartikan dengan kepandaian/keahlian khusus yang dimiliki seseorang secara mandiri, sampai pada batas-batas tertentu. Contoh-contoh : tukang roti, tukang sepatu,tukang bubut, tukang las, ahli mesin, ahli listrik dan ahli dinamo, mereka dapat bekerja secara mandiri. Dengan timbulnya spesialisasi fungsional, makin berkurang pula ide-ide kolektif untuk diekspresikan dan dikerjakan bersama. Dengan demikian semakin kompleks pembagian kerja, semakin banyak timbul kepribadian individu. Sudah barang tentu masyarakat sebagai keseluruhan memerlukan derajat integrasi yang serasi. Akan tetapi hanya akan sampai pada batas tertentu, sesuai dengan bertambahnya individualisme. 
Berdasarkan semua pemaparan di atas, Indonesia sendiri sudah masuk ke dalam masyarakat maju dengan Keanekaragaman Budayanya yang beragam, namun tetap menjadi satu kesatuan. Berikut merupakan contoh beritanya
Ratusan Orang Jadi Korban Kerusuhan Demo 4 November
Liputan6.com, Jakarta - Demo 4 November yang semula berlangsung damai barakhir ricuh. Akibatnya, ratusan orang menjadi korban dalam insiden ini. Sebanyak 87 korban terluka di antaranya adalah personel gabungan TNI/Polri.
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan ada delapan personel gabungan yang masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) akibat luka yang dialami.
"Anggota yang terluka ada delapan. Ada dua anggota kita (Polri), TNI ada lima, dan satu Damkar," ujar Boy di Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (5/11/2016).
Sementara, 79 anggota lainnya yang menjadi korban telah diperbolehkan pulang karena hanya mengalami luka ringan. Kendati, mereka tetap mengikuti rawat jalan.
Boy menuturkan, delapan petugas yang masih dirawat mengalami luka cukup berat akibat serangan yang dilakukan segelintir massa menggunakan batu, bambu, dan botol. Bahkan, seorang anggota Polri mengalami luka cukup parah di bagian wajah kanannya.
"Ini contoh bagaimana dahsyatnya serangan massa yang anarkistis ya. Petugas ada yang bagian wajah kanannya hancur," papar Boy.
Kendati begitu, mantan Kapolda Banten itu juga mengatakan tak sedikit pula massa demonstran yang menjadi korban kericuhan. Ada 160 orang yang dilarikan ke RS Budi Kemuliaan akibat terkena gas air mata.
Bahkan tak sedikit korban itu merupakan tokoh masyarakat yang berusaha menenangkan massa demonstran yang mulai anarkistis.
"Kami terima kasih kepada alim ulama. Ini menunjukkan bahwa ada kelompok yang ingin damai, tapi ternyata ada kelompok juga yang ingin ricuh," pungkas Boy Rafli.

Sumber:

    
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Blogroll

About

BTemplates.com

Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive