Kamis, 29 September 2016

KEPADATAN PENDUDUK DAN PRANATA SOSIAL

 A.      KEPADATAN PENDUDUK

Pengertian Kepadatan Penduduk adalah perbandingan dari jumlah penduduk dibagi dengan luas wilayahnya. Contohnya : Setiap 1 Km2 wilayah dihuni oleh 120 penduduk, jika melebihi batas tersebut menyebabkan terjadinya ledakan penduduk. Hal ini dapat kita lihat di Indonesia yang laju pertumbuhan penduduknya meningkat pesat. 

Penduduk Indonesia yang sudah mencapai 240 juta jiwa saat ini telah menjadi masalah yang sangat serius. Penduduk yang begitu besar telah menempatkan Indonesia menjadi 4 besar negara penduduk terbesar di Dunia di bawah China, India dan Amerika Serikat. Menurut A. Raymond S. Pearl, arah pertumbuhan penduduk mengikuti kurva normal, akibat pengaruh kepadatan penduduk di ruang hidup. Semakin tinggi kepadatan penduduk, maka tingkat fertilitas berkurang. Jika ada perubahan, misalnya sistem ekonomi berubah, maka akan terbentuk kurva normal yang baru. Kepadatan penduduk akan berdampak pada berbagai sektor seperti sektor pendidikan, kesehatan, pendapatan dan lingkungan. Masalah yang sering terjadi dengan kepadatan penduduk  adalah:

1. Banyaknya jumlah pengangguran
Hal ini terjadi karena jumlah lapangan kerja tidak sebanding dengan angkatan kerja. Sehingga sebagian besar tenaga kerja tidak kebagian pekerjaan yang layak. Pengangguran bisa menjadi masalah yang besar karena menimbulkan banyak ekses negatif, terutama semakin sedikitnya pendapatan masyarakat yang memicu banyaknya tindak kriminal dan semakin meningkatnya kemiskinan.

2. Kebutuhan semakin meningkat
Negara harus bersiap menjaga ketahanan pangan karena jumlah penduduk yang terus meningkat. Menurut data BPS kebutuhan beras pada tahun 2014 sebanyak 34,4 juta ton beras. Pada tahun 2015 pasti terus meningkat lagi. Dengan meningkatnya kebutuhan itu maka pemerintah harus menimpor sebagaian kebutuhan. Padahal impor itu bisa mengurangi devisa dan pendapatan negara. 

3. Munculnya ketidakmerataan kumlah penduduk
Pada pulau Jawa terlalu banyak penduduk, sedangkan di pulau-pulau lain penduduknya sedikit. Di Jawa muncul banyak pemukiman-pemukiman kumuh dan padat. Sementara banyak daerah yang kekurangan tenaga kerja karena terlalu sedikitnya jumlah penduduk.

4.  Adanya kesenjangan ekonomi yang lebar
Banyaknya jumlah penduduk tidak dibarengi dengan pemertaaan kesejahteraan. Sebagian besar penduduk hidup penuh kekurangan sementara hanya sebagian kecil yang menikmati kemakmuran yang berlebih. 



Sudah ada berbagai cara yang telah dilakukan pemerintah untuk mengatasi masalah kependudukan ini, salah satu contohnya adalah dengan mengadakan Program Keluarga Berencana. Akan tetapi, program tersebut tidak mampu untuk membendung kebiasaan serta pola pikir masyarakat untuk memiliki banyak keturunan. Namun, ada cara lain yang dapat dilakukan pemerintah maupun penduduk itu sendiri untuk mengatasi masalah kepadatan penduduk yaitu :

1. Melaksanakan Program Transmigrasi dan Menyediakan Fasilitas bagi Transmigran
Tujuan transmigrasi agar terjadi pemerataan jumlah penduduk di seluruh Indonesia. Program ini sangat baik dalam menyebarkan sumber daya manusia agar semua daerah bisa membangun dengan baik. Misalnya dengan melakukan pemindahan penduduk dari wilayah yang padat penduduknya ke wilayah yang kurang penduduknya. Dengan upaya ini akan mengurangi jumlah kepadatan di wilayah yang padat penduduknya. Selain itu, pemerintah juga harus menyediakan fasilitas bagi transmigran, seperti tempat tinggal, penyediaan lahan dan mempermudah proses pelaksanaan transmigrasi agar para transmigran tidak keberatan untuk melakukan transmigrasi.

2. Memperluas lapangan kerja
Usaha pemerintah untuk terus membuka lapangan kerja baru menjadi program yang wajib. Hal ini karena setiap tahun angkatan kerja baru terus bermunculan. Dengan semakin banyak yang bekerja diharapkan pengangguran bisa dikurangi dan kesejahteraan rakyat menjadi meningkat. Perluasan lapangan kerja dilakukan dengan mengembangkan Industri, pertanian, perkebunan, petambangan dan perikanan di wilayah yang lain. Dengan upaya ini diharapkan penduduk tidak terfokus untuk mencari pekerjaan di satu wilayah saja.

3. Memperhatikan pembangunan Indonesia Timur
Pemerintah harus lebih fokus dalam memperhatikan pembangunan wilayah Indonesia di bagian timur. Dengan adanya pembangunan di daerah tersebut, maka akan terjadi pemerataan kependudukan dan dapat menghindari kepadatan penduduk yang terjadi di wilayah tertentu.

4. Peningkatan mutu pendidikan
Pendidikan bisa meningkatkan mutu SDM sebuah negara. Penduduk yang berpendidikan bisa mengahsilkan produktifitas yang tinggi untuk pembangunan. Selain itu pendidikan bisa membuat rakyat lebih realistis dalam membangun sebuah keluarga. 

B. PRANATA SOSIAL

Pranata sosial adalah sistem hubungan sosial yang terorganisir dan mengejewantahkan nilai-nilai serta prosedur umum yang mengatur dan memenuhi kegiatan pokok warga masyarakat. Ada 8 bidang pranata sosial, yaitu sebagai berikut:

1.       Domestic Institutions
Domestic Institutions adalah pranata sosial yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan sosial dan kekerabatan masyarakat. Contoh pranata sosial dari domestic instituions adalah keluarga dan kekerabatan.
2.       Economic Institutions
Economic Institutions adalah pranata sosial yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia untuk mata pencaharian hidup, memproduksi, menimbun dan mendistribusikan harta benda. Contoh pranata sosial dari Economic Institutions adalah pertanian.
3.       Scientific Institutions
Scientific Institutions adalah pranata sosial yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan ilmiah manusia. Contoh pranata sosial dari Scientific Institutions adalah ilmu pengetahuan.
4.       Educational Institutions
Educational Institutions adalah pranata sosial yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pengetahuan dan pendidikan manusia. Contoh pranata sosial dari Educational Institutions adalah TK, SD, SMP, dan SMA.
5.       Aesthetic and recreational Institutions
Aesthetic and recreational Institutions adalah pranata sosial yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia untuk menyatakan rasa keindahan dan rekreasi. Contoh pranata sosial dari Aesthetic and recreational Institutions adalah seni rupa dan seni lukis.
6.       Religius Institutions
Religius Institutions adalah pranata sosial yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia untuk berhubungan dengan Tuhan. Contoh pranata sosial dari Religius Institutions adalah masjid, gereja, pura, dan wihara.
7.       Political Institutions
Political Institutions adalah pranata sosial yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia untuk mengatur kebutuhan berkelompok atau bernegara. Contoh pranata sosial dari Political Institutions adalah pemerintahan dan partai politik.
8.       Somatic Institutions
Somatic Institutions adalah pranata sosial yang bertujuan untuk mengurus kebutuhan jasmani manusia. Contoh pranata sosial dari Somatic Institutions adalah pemeliharaan kesehatan dan kecantikan.



Sumber: 
http://bidanpedulikb.blogspot.co.id/2013/06/masalah-kependudukan-di-indonesia-dan.html 





Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Blogroll

About

BTemplates.com

Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive