Sabtu, 01 April 2017

ILMU BUDAYA DASAR: CINTA DAN KASIH



           Bukan lagi sebuah hal asing kata Cinta dan Kasih di kehidupan sehari-hari, sebenarnya apa itu Cinta? Apa itu Kasih? Dan apa ada perbedaan diantara keduanya? Banyak orang yang tidak menyikapi perasaan Cinta dan kasih secara baik dan tepat, maka sebelum itu kita harus mengetahui dulu apa itu Cinta dan Kasih, menurut kamus umum bahasa Indonesia karya W.J.S. Poerwadarminta, cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang (kepada), ataupun (rasa) sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian arti cinta dan kasih hampir bersamaan, sehinga kata kasih memperkuat rasa cinta. Karena itu cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasih.

            Cinta dan Kasih memegang peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia, karena cinta merupakan landasan dalam kehidupan perkawinan, pembentukan keluarga dan pemeliharaan anak, hubungan yang erat di masyarakat dan hubungan manusiawi yang akrab. Demikian pula, cinta adalah pengikat yang kokoh antara manusia dengan Tuhannya sehingga manusia menyembah Tuhan dengan ikhlas, mengikuti perintah-Nya, dan berpegang teguh pada syariat-Nya.
            Pengertian cinta juga dikemukakan oleh Dr. Sarlito W. Sarwono, beliau mengatakan bahwa cinta memiliki tiga unsur, yaitu:
1.     Keterikatan
2.     Keintiman
3.     Kemesraan

            Cinta Kasih terbagi menjadi beberapa jenis berdasarkan kepada siapa kita memberinya, yaitu:

1.     Cinta Kasih kepada Orang Tua
            Jika dapat diukur berapa besar jasa kedua orang tua yang telah merawat kita dari kecil adalah tak terhingga, kita tidak pernah memilih untuk dilahirkan di keluarga apa dan dengan kedua orang tua siapa, maka semua itu disebut takdir yang tidak dapat diubah, namun bagaimana kedepannya adalah sepenuhnya tanggung jawab kita dan kedua orang tua yang mendidik kita, maka sudah sepatutnya jika kita melakukan timbal balik atas apa yang sudah orang tua kita berikan walaupun tidak seberapa, minimal memberikan dan menunjukkan Cinta dan Kasih yang kita ( para anak ) miliki, misalnya dimulai dengan hal-hal yang sederhana, seperti selalu berbakti, menuruti perintah, bersikap santun, berbuat baik, dan mendoakan mereka. Terkadang ada beberapa anak yang semakin bertambah umur atau dewasa semakin melupakan peran orang tua, dan juga melupakan  tentang Cinta dan Kasih mereka pada orang tua karena terlalu sibuk dengan dunianya yang baru, yang hanya perlu kita ingat adalah bahwa kita harus memiliki Cinta dan Kasih kepada orang tua yang tak terhingga sebagaimana mereka memiliki itu kepada kita.
2.     Cinta Kasih kepada Saudara
Saudara baik kakak maupun adik adalah salah satu tokoh penting yang ada dirumah selain orang tua, saudara juga merupakan bagian dari pembentuk karakter seseorang, bagaimana tidak? Selama masa pertumbuhan dari kecil hingga beranjak remaja ruang lingkup pertemanan pasti didominasi oleh saudara kita sendiri daripada teman yang memang terbatas lokasi, waktu dan juga kondisinya, walaupun memang sering terjadi pertengkaran-pertengkaran kecil namun dalam hati masing-masing pasti terdapat Cinta dan Kasih. Salah satu yang dapat dilakukan untuk menunjukkan Cinta dan Kasih kapada saudara, dapat dengan cara tolong menolong, saling mengayomi, dan saling merangkul satu sama lain, maksudnya disini adalah selalu bersama jika salah satu mendapat kesusahan atau cobaan.
3.     Cinta Kasih kepada Sahabat
            Lingkungan akan selalu bergerak dan memperluas jangkauannya, selama hidup tidak mungkin kita hanya mengenal dekat orang-orang yang hanya memiliki hubungan darah dengan kita saja, namun juga ada yang disebut sahabat. Sahabat adalah sebutan untuk orang yang dianggap sudah sangat dekat, dan orang yang dapat dipercaya. Persahabatan yang baik adalah perasahabatan yang terdapat Cinta dan Kasih didalamnya, tercermin pada bagaimana kita saling memperlakukan satu sama lain, sahabat yang benar adalah saat kita melakukan salah yang harus dilakukan adalah menegur dan memperbaikinya bukan malah membiarkannya berada dijalan yang salah, sahabat juga bukanlah seseorang yang hanya ada disaat butuh, tetapi ada saat momen naik dan turunnya hidup dan melaluinya secara bersama-sama, bukan hanya tentang terbuka satu sama lain tapi juga tentang ketulusan dan rasa nyaman yang tercipta.
4.     Cinta kasih kepada Idola
            Idola adalah seseorang yang dapat dijadikan panutan dalam setiap hidup seseorang yang mengidolakannya, sebelum membahas tentang Cinta dan Kasih kepada idola, kita harus tahu dulu bagaimana cara untuk menemukan idola yang tepat. Dan sebenarnya siapakah yang pantas untuk dijadikan idola? Sebenarnya hal tersebut kembali pada prinsip masing-masing, namun dalam ajaran agama terdapat pula aturan dan bagaimana pertanggung jawabannya, berikut adalah sebuah kutipan dari salah satu surat di Al-Qur’an & Hadist:

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al Ahzab: 21)

“Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bercerita: “Pernah seorang lelaki datang menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu dia bertanya: “Wahai Rasulullah, kapan hari kiamat?”, beliau bersabda: “Apa yang kamu telah siapkan untuk hari kiamat”, orang tersebut menjawab: “Kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya”, beliau bersabda: “Sesungguhnya kamu bersama yang engkau cintai”, Anas berkata: “Kami tidak pernah gembira setelah masuk Islam lebih gembira disebabkan sabda nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam “Sesungguhnya kamu bersama yang engkau cintai, maka aku mencintai Allah, Rasul-Nya, Abu Bakar dan Umar, dan berharap aku bersama mereka meskipun aku tidak beramal seperti amalan mereka.” (HR. Muslim)

Maka, sebagai seorang muslim, seharusnya kita dapat bijak dalam memilih seorang idola, yang memang benar-benar pantas dijadikan idola dan tidak melanggar syari’at, karena meng-idola-kan seseorang tidak sebatas iseng dan tidak memiliki pertanggung jawaban.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Blogroll

About

BTemplates.com

Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive