Sabtu, 15 April 2017

Manusia dan Keindahan (Ringkasan Materi)





1. Keindahan

Keindahan merupakan konsep abstrak yang tidak dapat dinikmati karena tidak jelas dan hanya akan jelas jika sudah dihubungkan dengan sesuatu yang berwujud atau suatu karya.

Ada dua jenis keindahan jika dilihat berdasarkan luasnya, yaitu:
1. Keindahan dalam arti seluas-luasnya (meliputi: Keindahan Seni, Keindahan Alam, Keindahan Moral, Keindahan Intelektual).
2. Keindahan dalam arti estetis murni (keindahan dalam arti estetik murni menyangkut pengalaman estetik seorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang diserapnya).

Penyebab manusia menciptakan keindahan

Keindahan pada dasarnya adalah alamiah (keindahan ciptaan Tuhan). Yang dimaksud alamiah adalah wajar, tidak berlebihan dan tidak juga kurang.

Seperti halnya saat pelukis melukis wanita lebih cantic dari keadaan sebenarnya. Hal tersebut tidak dapat dikatakan indah, karena berlebihan dan tidak alami lagi.

Tujuan/motivasi seniman menciptakan keindahan:
1. Tata nilai yang telah usang
2. Kemerosotan zaman
3. Penderitaan manusia
4. Keagungan Tuhan

2. Renungan
Renungan adalah diam-diam memikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Renungan merupakan hasil merenung. 

Dalam merenung untuk menciptakan seni ada beberapa teori:

1.Teori Pengungkapan: ”Seni adalah suatu pengungkapan dari perasaan manusia”.
2. Teori Metafisik: “Seniman besar adalah seseorang yang mampu dengan perenungannya itu menembus segi-segi praktis dari benda-benda di sekelilingnya dan sampai pada makna yang dalam, yakni memahami ide-ide dibaliknya”.
3. Teori Psikologis: “Seni merupakan semacam permainan yang menyeimbangkan segenap kemampuan mental manusia berhubungan dengan adanya kelebihan energi yang harus dikeluarkan”.

3. Manusia dan penderitaan



Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan dapat berupa lahir, batin, maupun lahir batin.

Ada tingkatan dalam penderitaan, yaitu tingkat ringan hingga berat. Tingkatan penderitaan seseorang berbeda-beda, tergantung dengan orang itu sendiri dan pengalaman yang telah dialaminya selama dia hidup. Penderitaan akan dialami oleh semua orang karena penderitaan sudah menjadi risiko hidup. Namun, selalu ada tanda atau wangsit untuk penderitaan yang akan dating.

  •  Siksaan

Siksaan atau penyiksaan digunakan untuk merujuk pada penciptaan rasa sakit untuk menghancurkan kekerasan hati korban. Segala tindakan yang menyebabkan penderitaan, baik secara fisik maupun psikologis, yang dengan sengaja dilakukkan terhadap seseorang dengan tujuan intimidasi, balas dendam, hukuman, sadisme, pemaksaan informasi, atau mendapatkan pengakuan palsu untuk propaganda atau tujuan politik dapat disebut sebagai penyiksaan.

Siksaan yang sifatnya psikis:
a. Kebimbangan
b. Kesepian
c. Ketakutan
d. Claustrophobia dan agoraphobia, acrophobia, ailurophobia
e. Gamang
f. Kegelapan
g. Kesakitan
h. Kegagalan

  • Kekalutan Mental


kekalutan mental merupakan suatu keadaan dimana jiwa seseorang mengalami kekacauan dan kebingungan dalam dirinya sehingga ia merasa tidak berdaya. Saat mendapat kekalutan mental berarti seseorang tersebut sedang mengalami kejatuhan mental dan tidak tahu apa yang mesti dilakukan oleh orang tersebut.

Gejala jasmani kekalutan mental: Nampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung.
Gejala Psikis kekalutan mental: Nampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah

Sebab-sebab terjadinya kekalutan mental:
Kepribadian yang lemah
Terjadinya konflik sosial budaya

Kekalutan mental mendorong kearah:
1. Positif : Trauma yang ia hadapi akan membuatnya merenung dan akhirnya sadar akan tingkahnya yang berlebihan. Ia akan mencari ketenangan dan mendekatkan diri pada Allah dengan tujuan mendapatkan petunjuk untuk keluar dari permasalahan yang sedang ia hadapi.

2.  Negatif :
a) Agresi
Kemarahan yang berlebihan yang akan membuat tekanan darah seseorang menjadi tinggi dan mengakibatkan seseorang melakukan tindakan sadis yang dapat membahayakan orang-orang di sekitarnya.

b)  Regresi
Seseorang akan bertinggah seperti anak-anak (infantil). Misal, mengangis hingga meraung-raung, menjerit-jerit, memecahkan barang.

c) Fiksasi
Meluapkan emosi pada diri sendiri. Misal, memukul-mukul dada sendiri, membenturkan kapala pda benda yang keras.

d) Proyeksi
Mengungkapkan kelemahan serta sisi negatif diri sendiri pada orang lain

e) Narsisme
Mencintai diri yang berlebihan sehingga seseorang akan merasa dirinya lebih bagus daripada orang lain 


Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Blogroll

About

BTemplates.com

Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive