Sabtu, 29 April 2017

Penderitaan Menjalani Sebuah Hubungan Spesial di Kalangan Remaja

Remaja merupakan manusia yang labil yang butuh bimbingan. Pada saat remaja muncul ke ‘sok tahu’-an yang terkadangmenimbulkan dampak negative. Kali ini akan ditekankan pada objek ‘Hubungan spesial’ yang mana biasanya disebut berpacaran atau apapun yang sifatnya 1 laki-laki dan 1 perempuan yang saling mencintai. Maka dari itu judul ini saya tulis ‘hubungan special’. Tulisan ini dibuat akibat pengalaman sendiri dan juga curahan hati orang- orang disekitar.
Cinta terkadang gila, tetapi memang kata orang merasakan cinta itu indah, namun banyak penderitaan-penderitaan yang dialami yang tidak masuk akal namun jika difikir dengan akal seharusnya tidak seharusnya terjadi, tetapi sebenarnya  jika dirasakan itu adalah sesuatu yang wajar.
Awalnya memang saat menjalin hubungan sangat bahagia karena sama-sama menyukai, jika tidak sama-sama menyukai namanya cinta bertepuk sebelah tangan. Sedih bukan? Lalu muncul tingkah-tingkah sebagai wujud ‘protective’ seperti menanyakan makan sampai menanyakan ‘berbincang dengan siapa saja di kelas?’ Awalnya memang senang ditanya ‘sudah makan belum?’ tapi lama-lama mengapa hal sepele dipertanyakan. Munculah kecemburuan dan iri hati. Melarang bermain dengan lawan jenis bahkan melarang sekelas dengan lawan jenis. Hal- hal yang seperti itu yang terkadang dalam suatu hubungan mengalami penderitaan, kurang komunikasi dengan teman lain, hati selalu gundah gulana, pikiran selalu negative ataupun larangan-larangan menyukai kegiatan positif.
Hati yang selalu gundah karena kurangnya rasa percaya terhadap pasangannya. Terkadang muncul lah kalimat-kalimat tuduhan yang terkadang jika belum dijawab “iya” si pasangan yang menuduh akan kesal, bete ataupun marah terhadap pasangannya, lalu si pasangan yang tertuduh merasa gundah karena sejatinya mereka jujur bahwa mereka tidak seperti apa yang dikatakan pasangannya tersebut. Setelah muncul konflik muncul lah hari-hari yang membuang waktu,yang sebenarnya bisa dimanfaatkan dengan sesuatu yang lebih /baik.
Larangan biasanya merupakan hal negative yang harus dihindarkan, namun terkadangan jika kita sedang menjalin hubungan special hal positif-pun bisa dilarang misalnya bermain. Menurut saya,sebagai pasangan yang baik sebaiknya memberi ingatan sudah cukup karena sudah sama-sama tau bahwa mana yang baik mana yang buruk bukan malah melarang lalu jika larangannya dilakukan maka akan marah. Tidak. Itu hanya membuat beban.
Begitulah cinta, berbeda orangnya,berbeda pula prinsipnya. Namun yang harus ditegaskan bahwa cinta pada masa remaja ini yang ‘belum matang’ sebaiknya jangan dibuat terlalu seperti pasangan suami-istri,melarang apapun yang mereka anggap suka(yang masih dalam batas wajar). Memang setiap hubungan apapun pasti akan mengalami penderitaan, namun bagaimana kita menjalankannya secara positif dan secara logika. Ada kala perasaan harus dikalahkan dengan logika. Merasa kesal boleh, namun jangan berlebihan ya.

*Tingkat penderitaan sesuai karakter masing-masing dan tergantung apa yang dialaminya. Jika dilakukan sesekali tergolong ringan, jika berkali-kali sedang, jika setiap hari selalu begitu tergolong berat.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Blogroll

About

BTemplates.com

Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive