Jumat, 07 April 2017

Kebudayaan Jawa Timur

Pengaruh adat istiadat Jawa Tengah mewarnai adat dan istiadat suku Jawa di Jawa Timur khususnya Jawa Timur bagian barat. Hal ini membuat wilayah ini dikenal dengan Mataraman yang menunjukkan bahwa wilayah tersebut masa lampaunya adalah daerah kekuasaan dari Kesultanan Mataram. Wilayah tersebut terdiri dari eks karesidenan Madiun dan eks karesidenan Kediri.
Adapun lainnya di Jawa Timur yakni pada wilayah eks karesidenan Surabaya dan Malang, hanya memiliki pengaruh yang sedikit oleh budaya Mataraman karena daerah ini cukup jauh dari Yogjakarta dan Surakarta sebagai pusatnya kebudayaan. Beragam upacara adat yang biasa dilakukan adalah tingkepan, sepasaran, pitonan, sunatan dan pacangan.

Berikut adalah contoh dari produk budaya Jawa Timur:

1. Rumah Adat
Rumah adat Jawa Timur dinamakan Rumah Situbondo. Rumah Situbondo merupakan model rumah adat Jawa Timur yang mendapat pengaruh dari rumah Madura. Rumah itu tidak mempunyai pintu belakang dan tanpa kamar-kamar pula. Serambi depan tempat menerima tamu laki-laki dan tamu perempuan diterima di serambi belakang. Mereka masuk dari samping rumah.
Hasil gambar untuk rumah adat jawa timur
Rumah Adat Jawa Timur

2. Pakaian Adat
Pakaian adat yang dipakai prianya berupa tutup kepala (destar), baju lengan panjang tanpa leher dengan baju dalam warna belang-belang. Sepotong kain tersampir di bahunya dan ia memakai celana panjang sebatas lutut dengan ikat pinggang besar. Sedangkan wanitanya memakai baju kebaya pendek dengan kain sebatas lutut. Perhiasan yang dipakainya adalah kalung bersusun dan gelang kaki.

Hasil gambar untuk pakaian adat jawa timur
Pakaian Adat Jawa Timur

3. Tari Remo
Tarian ini berasal dari Jombang tepatnya didesa Ceweng kecamatan Diwek, Jawa Timur yang diciptakan oleh para pengamen tari pada masa itu. Pada awalnya, tari ini merupakan sebuah tarian yang digunakan sebagai pengantar pada pertunjukan ludruk. Akan tetapi, pada perkembangannya tari remo ini sering ditarikan terpisah untuk menyambut tari kenegaraan maupun untuk festival dalam kesenian daerah. Isi dari tarian ini adalah cerita perjuangan pangeran didalam sebuah medan laga. Seiring berjalannya waktu, tarian ini lebih akrab ditarikan oleh perempuan dan pada akhirnya muncullah tari remo putri.

Tari Remo

4. Parikan
Parikan yang memiliki nama lain kidungan adalah salah satu dari kesenian tradisional yaitu ludruk. Dalam pertunjukan ludruk yang murni, seniman ludruk setidaknya haruslah bisa parikan sekitar 2 jam tanpa putus. Disamping itu, parikan itu dituntut kontemporer yakni sesuai dengan kondisi serta situasi sosial yang ada dan tidaklah boleh monoton. Prosesnya diawali dengan parikan yang telah dihafalkan dan dilanjutkan dengan spontanitas setelah 3-4 parikan yang telah dihafalkan tadi.


5. Ludruk
Ludruk adalah drama tradisional dari sebuah grup kesenian dengan pagelaran cerita tentang rakyat dan kehidupan sehari-harinya disertai dengan iringan musik dan gamelan. Berbeda dengan ketoprak yang menceritakan kehidupan istana, ludruk menceritakan kehidupan sehari-hari rakyat jelata, yang seringkali dibumbui dengan humor dan kritik sosial, dan biasanya dibuka dengan Tari Remo dan parikan. Saat ini kelompok ludruk tradisional dapat dijumpai di daerah Surabaya, Mojokerto, dan Jombang; walaupun keberadaannya semakin dikalahkan dengan modernisasi.
Hasil gambar untuk ludruk jawa timur
Ludruk

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Blogroll

About

BTemplates.com

Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive