Sabtu, 22 April 2017

Keindahan Curug Pulosari dan Taman Sari di Yogyakarta

Nama: Putri Bagusningtias
NPM: 25316841
Kelas: 1TB03


 1. Curug Jurang Pulosari


Di Bantul terdapat sebuah curug yang mungkin keberadaannya belum diketahui oleh banyak orang. Curug tersebut adalah Curug Jurang Pulosari. Curug Jurang Pulosari terletak di Desa Wisata Krebet Sendangsari, Pajangan, Bantul.

Dengan keadaan geografis curam dan terjal, Curug Jurang Pulosari dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua.

 Curug Jurang Pulosari berada diantara dua perbukitan yang masih asri dan belum dieksploitasi secara maksimal. Di kawasan ini keadaan masih sangat sejuk udaranya karena belum tercemar oleh asap kendaraan. Pada musim hujan, Curug Jurang Pulosari ini dapat dialiri oleh air yang volumenya cukup banyak. Pada saat itu pula, keindahan pemandangan atau keasliannya dapat terlihat dengan jelas. Namun, pada musim kemarau, air mengalir dengan volume yang sedikit sehingga Curug ini tidak terlihat seindah saat musim hujan.

Dikawasan ini para penelusur juga bisa melakukan beberapa kegiatan olahraga fisik yang menantang adrenalin diantaranya panjat tebing (climbing) dan turun tebing (repling). Selain itu, penelusur juga dapat melakukan kegiatan wisata lain, yaitu outbond dengan menggunakan media air, seperti memancing ikan dengan tangan, memasukan air dalam botol yang berlubang, dan berenang.


2.  Istana Air Taman Sari


Istana Air Taman Sari merupakan salah satu tempat wisata yang populer di Yogyakarta. Gemericik air, keindahan arsitekturnya yang kuno, dan pemandangan yang menakjubkan membuat Taman Sari sangat mempesona. Lorong-lorong dan bangunannya menjadikan Taman Sari penuh rahasia yang akan terus dikuak.

Istana Air Taman Sari Yogyakarta terletak di Jalan Taman, Yogyakarta. Taman Sari terletak sangat dekat dengan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 15 menit dari alun-alun utara keraton. Tempat ini dulunya merupakan tempat rekreasi bagi keluarga kerajaan sekaligus sebagai benteng pertahanan yang dibangun pada tahun 1758-1765 oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I. Sekarang, Istana Air Taman Sari merupakan salah satu cagar budaya di Yogyakarta yang telah menjadi tempat wisata populer di kota ini.

Bangunan yang mempunyai luas awal 10 hektar ini mempunyai 57 bangunan, yang terdiri dari kompleks kolam pemandian, danau buatan, pulau buatan, jembatan gantung, kanal air, taman, lorong bawah tanah, serta beberapa gedung dengan arsitektur Eropa, China, Jawa, Hindu, Buddha, dan Islam. Pembangunan Istana Air Taman Sari ini dibiayai oleh Tumenggung Prawirosentiko, yang merupakan Bupati Madiun dan menggunakan jasa Demang Tegis, seorang arsitek dari Portugis. Saat ini, luas Istana Air Taman Sari sudah berkurang drastis karena beberapa kompleksnya telah dijadikan pemukiman penduduk.


Istana Air Taman Sari Yogyakarta mempunyai 4 kompleks, yaitu:
1. Danau buatan yang terletak di sebelah barat.
2. Pemandian Umbul Binangun, terletak di sebelah selatan danau buatan.
3. Pasarean Ledok Sari dan Kolam Garjitawati, terletak di sebelah selatan Umbul Binangun.
4. Bagian sebelah timur yang memanjang dari Pemandian Umbul Binangun sampai Pasarean Ledok Sari dan Kolam Garjitawati, merupakan danau dengan pulau buatan serta jembatan gantung dan kanal.

Dari keempat kompleks yang ada di Taman Sari Yogyakarta, hanya Pemandian Umbul Binangun saja yang masih dalam keadaan utuh, sedangkan tiga bagian yang lain sudah menjadi perkampungan penduduk yang dulunya merupakan abdi dalam Keraton Yogyakarta. Meskipun hanya Umbul Binangun yang tersisa, tempatnya yang luas dan suasana yang sejuk akan membuat siapapun yang mendatanginya hanyut dalam keindahan kolam pemandian di Taman Sari ini.


Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Blogroll

About

BTemplates.com

Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive