Sabtu, 29 April 2017

PENYESALAN YANG TAK BERUJUNG KARENA TIDAK BERSEKOLAH DENGAN BAIK

NAMA                        : FAIZAL TANJUNG
KELAS                       : 1TB03
NPM                           : 22316541

PENYESALAN YANG TAK BERUJUNG KARENA TIDAK BERSEKOLAH DENGAN BAIK


Masa-masa SMP dan SMA jadi waktu yang paling menyenangkan bagi kebanyakan anak muda Indonesia. Bagaimana tidak, di masa-masa sekolah itu kita sudah cukup tahu caranya bersenang-senang tapi juga belum dibebani terlalu banyak tanggung jawab.
Usia remaja sepanjang SMP dan SMA jadi momentum pembentukan jati diri. Kamu yang sekarang adalah hasil dari apa yang kamu lakukan saat remaja. Ada nggak sih hal yang kamu harap pernah kamu lakukan atau tidak kamu lakukan semasa ini? Apakah hal-hal dibawah ini salah satunya
Sekolah adalah lembaga yang dirancang untuk pengajaran siswa/murid di bawah pengawasan guru.
Sebagian besar negara memiliki sistem pendidikan formal, yang umumnya wajib. Dalam sistem ini, siswa kemajuan melalui serangkaian sekolah. Nama-nama untuk sekolah-sekolah ini bervariasi menurut negara (dibahas pada bagian Daerah di bawah), tetapi umumnya termasuk sekolah dasar untuk anak-anak muda dan sekolah menengah untuk remaja yang telah menyelesaikan pendidikan dasar.
Selain sekolah-sekolah inti, siswa di negara tertentu juga mungkin memiliki akses dan mengikuti sekolah-sekolah baik sebelum dan sesudah pendidikan dasar dan menengah. TK atau pra-sekolah menyediakan sekolah beberapa anak-anak yang sangat muda (biasanya umur 3-5 tahun). Universitas, sekolah kejuruan, perguruan tinggi atau seminari mungkin tersedia setelah sekolah menengah. Sebuah sekolah mungkin juga didedikasikan untuk satu bidang tertentu, seperti sekolah ekonomi atau sekolah tariAlternatif sekolah dapat menyediakan kurikulum dan metode non-tradisional.
Ada juga sekolah non-pemerintah, yang disebut sekolah swasta. Sekolah swasta mungkin untuk anak-anak dengankebutuhan khusus ketika pemerintah tidak bisa memberi sekolah khusus bagi mereka; keagamaan, seperti sekolah Islam, sekolah Kristen, hawzas, yeshivas dan lain-lain, atau sekolah yang memiliki standar pendidikan yang lebih tinggi atau berusaha untuk mengembangkan prestasi pribadi lainnya. Sekolah untuk orang dewasa meliputi lembaga-lembaga pelatihan perusahaan dan pendidikan dan pelatihan militer.
Kata sekolah berasal dari Bahasa Latin: skhole, scola, scolae atau skhola yang memiliki artiwaktu luang atau waktu senggang, di mana ketika itu sekolah adalah kegiatan di waktu luang bagi anak-anak di tengah-tengah kegiatan utama mereka, yaitu bermain dan menghabiskan waktu untuk menikmati masa anak-anak dan remaja. Kegiatan dalam waktu luang itu adalah mempelajari cara berhitung, cara membaca huruf dan mengenal tentang moral (budi pekerti) dan estetika (seni). Untuk mendampingi dalam kegiatan scolaanak-anak didampingi oleh orang ahli dan mengerti tentang psikologi anak, sehingga memberikan kesempatan yang sebesar-besarnya kepada anak untuk menciptakan sendiridunianya melalui berbagai pelajaran di atas.
Saat ini, kata sekolah berubah arti menjadi: merupakan bangunan atau lembaga untuk belajar dan mengajar serta tempat menerima dan memberi pelajaran.Sekolah dipimpin oleh seorang Kepala Sekolah. Kepala sekolah dibantu oleh wakil kepala sekolah.Jumlah wakil kepala sekolah di setiap sekolah berbeda, tergantung dengan kebutuhannya. Bangunan sekolah disusun meninggi untuk memanfaatkan tanah yang tersedia dan dapat diisi dengan fasilitas yang lain. Ketersediaan sarana dalam suatu sekolah mempunyai peran penting dalam terlaksananya proses pendidikan.
Masa-masa SMP dan SMA jadi waktu yang paling menyenangkan bagi kebanyakan anak muda Indonesia. Bagaimana tidak, di masa-masa sekolah itu kita sudah cukup tahu caranya bersenang-senang tapi juga belum dibebani terlalu banyak tanggung jawab.
Usia remaja sepanjang SMP dan SMA jadi momentum pembentukan jati diri. Kamu yang sekarang adalah hasil dari apa yang kamu lakukan saat remaja
Ada beberapa faktor yang membuat kamu gagal dalam bersekolah dan mencapai impianmu

1. Gagal Masuk Jurusan Impian Karena Belajar Pakai Sistem Kebut Semalam
Hatimu patah saat pengumuman penerimaan mahasiswa baru keluar. Impianmu untuk bisa kuliah di jurusan dan universitas idaman pupus. Kamu tidak diterima di program studi yang paling kamu idamkan selama ini.
Tidak hanya sedih dan kecewa, tapi kamu juga terus menyalahkan diri sendiri. Sebenarnya kamu yakin kalau kamu mampu, kamu hanya kurang bisa memanfaatkan waktumu dengan baik. Dari 3 tahun sekolah kamu hanya belajar sungguh-sungguh di satu tahun terakhir. Sisanya? Buat main-main, bolos dan pacaran.
Jika saja 3 tahun sekolahmu dimanfaatkan dengan baik, jurusan idaman itu pasti bisa tergenggam tangan. Yeah, seandainya.

2. Tidak Memanfaatkan Waktu Untuk Menambah Kemampuan
Kalau kamu tengok lagi sekarang, waktu remajamu seakan menguap begitu saja. Entah untuk apa. 6 tahun masa sekolah tidak menghasilkan apapun untukmu. Kamu nggak jadi jago olahraga, tidak menambah keterampilanmu berbahasa, kamu juga bukan anak yang pintar secara akademis.
Terus, 6 tahun itu kamu manfaatkan buat apa?
Kebanyakan dari kita memang menyia-nyiakan masa remaja dengan kegiatan dan kecemasan yang nggak penting. Waktu nongkrong-nongkrong gak jelas sepulang sekolah itu seharusnya bisa dipakai untuk ikut les bahasa asing.
Energi untuk galau karena mikirin cewek yang kamu taksir habis-habisan selama 3 tahun itu harusnya bisa dimanfaatkan untuk jadi panitia pensi. Masa sekolah adalah waktu dimana kamu paling bebas bereksplorasi. Tapi apa yang kamu dapatkan dari masa remajamu hari ini?

3. Terbiasa Menyontek
Meniru jawaban teman, menyembunyikan buku di laci, SMS-an pakai kode sampai mengirimkan sandi jawaban lewat gerakan tangan jadi hal yang akrab banget sepanjang masa remajamu. Menyontek adalah bagian yang tidak terpisahkan dari perjalananmu semasa sekolah. Kalau gak nyontek, gak afdol deh pokoknya.
Tanpa kamu sadari kebiasaan satu ini membuatmu jadi orang yang menggampangkan segala sesuatu. Kamu jadi lupa bahwa hasil yang baik selalu didapat dari kerja keras, bukan lewat jalan pintas yang mudah.
Saat kamu mulai kuliah dan tugas-tugasnya menuntutmu menggunakan kemampuan analisis baru deh kamu sadar bahwa kebiasaan menyontek hanya menumpulkan otakmu.

4. Tidak Mendengarkan Kata Orang Tua
Orang tua sempat jadi musuh terbesarmu. Apapun yang mereka katakan dan sarankan adalah hal yang haram hukumnya untuk dilakukan. Kamu akan selalu mengambil sikap berseberangan dengan mereka. Terlepas dari benar atau tidaknya apa yang mereka katakan, kamu hanya tidak mau menurutinya.
Kalau kamu tilik lagi ke belakang, sekarang semua terlihat konyol. Bagaimana bisa kamu menolak saat disuruh ikut les Bahasa Belanda, hanya karena kamu tidak mau terlihat menurut? Kenapa coba, kamu gak mendengarkan mereka saat dilarang merokok?
Padahal sekarang kamu suka naik gunung dan nafasmu jadi pendek karena kebiasaan itu.
Kamu akhirnya sadar kalau apa yang orang tua katakan pasti ada benarnya. Betapa kamu sempat jadi pribadi yang keras kepala dan egois dengan tidak mengindahkan perkataan mereka. Kamu juga jadi sadar kalau orang tuamu selama ini sabar sekali menghadapi anaknya yang kepala batu.

Untuk anda yang masih muda masih ada waktu untuk berubah sebelum umur menjadi tua dan membuat terus menyesal dan menmbuatmu menderita tanpa henti.

Sumber :

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Blogroll

About

BTemplates.com

Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive