Jumat, 14 April 2017

Rangkuman Materi Ilmu Budaya Dasar Pertemuan 2


Lydia Jasmine Fauzia
1TB03
24316154


MANUSIA DAN KEINDAHAN

A.    Keindahan
Keindahan merupakan konsep abstrak yang tidak dapat dinikmati karena tidak jelas secara fisik dan baru akan jelas jika sudah dihubungkan dengan sesuatu yang berwujud atau suatu karya.
Berdasarkan luasnya, keindahan dapat dibagi menjadi dua, yaitu:
1. Keindahan dalam arti yg seluas-luasnya.
Keindahan yang seluas-luasnya meliputi keindahan seni, keindahan alam, keindahan moral dan keindahan intelektual.
2. Keindahan dalam arti estetis murni.
Keindahan dalam arti estetik murni menyangkut pengalaman estetik seorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang diserapnya. (berdasarkan pebglihatan dan harmoni dalam pendengaran).
Penyebab manusia menciptakan keindahan
Manusia menciptakan keindahan didasari oleh banyak penyebab, namun sebab yang paling utama adalah untuk memenuhi kebutuhan akan keindahan itu sendiri (kepuasan diri dan hiburan).
Tujuan atau motivasi seniman menciptakan keindahan:
a) Telah usangnya tata nilai yang ada sehingga mendorong manusia untuk menciptakan sesuatu yang baru untuk menggantikan tata nilai yang telah usang tersebut
b) Kemerosotan zaman
c) Penderitaan manusia. Adanya penderitaan dalam diri manusia tentu menimbulkan dorongan dari manusia itu sendiri untuk menemukan cara atau hal yang dapat menjadi pelipur lara atau penghilang penderitaannya.
d) Keagungan Tuhan. Keindahan dapat mencerminkan atau menyalurkan rasa kagum dan rasa syukur manusia akan keagungan Tuhan yang telah menciptakan alam semesta beserta isinya.
B.     Renungan
Renungan memiliki arti diam-diam memikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Renungan itu sendiri adalah hasil dari kegiatan merenung.
1. Dalam merenung untuk menciptakan seni ada beberapa teori:
a) Teori Pengungkapan
Dalil dari teori ini ialah bahwa “Art is an expression of human feeling” (Seni adalah suatu pengungkapan dari perasaan manusia).
b) Teori Metafisik
Merupakan salah satu teori yang tertua, yakni berasal dari Plato yang karya-karya tulisannya untuk sebagian membahas estetik filsafati, konsepsi keindahan dan teori seni. Seniman besar adalah seseorang yang mampu dengan perenungannya itu menembus segi-segi praktis dari benda-benda di sekelilingnya dan sampai pada makna yang dalam, yakni memahami ide-ide dibaliknya;
c) Teori Psikologis
Seni merupakan semacam permainan yang menyeimbangkan segenap kemampuan mental manusia berhubungan dengan adanya kelebihan energi yang harus dikeluarkan.

MANUSIA DAN PENDERITAAN
Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan sendiri dapat berupa penderitaan lahir, batin, atau lahir batin. Besarnya penderitaan pun dapat dibagi dari tingkat rendah hingga berat, tergantung dari cara pandang orang yang mengalami penderitaan itu sendiri. Penderitaan yang menurut kita ringan bisa jadi merupakan penderitaan yang berat bagi orang lain. Namun, pada dasarnya adalah semua orang di dunia ini pastilah akan mengalami penderitaan entah itu ringan maupun berat, dan biasanya sebelum penderitaan itu muncul ada tanda-tanda yang menyertainya (pertanda).
Siksaan
Siksaan dapat berupa siksaan badan atau jasmani, dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rohani. Akibat dari siksaan yang dialami seseorang, maka akan timbullah penderitaan. Siksaan yang sifatnya psikis bisa berupa : kebimbangan, kesepian, ketakutan. Ketakutan yang berlebih-lebihan yang tidak pada tempatnya atau lebih dikenal sebagai phobia.
Para ahli ilmu jiwa cenderung berpendapat bahwa phobia adalah suatu gejala dari suatu problema psikologis yang dalam, yang harus ditemukan, dihadapi, dan ditaklukan sebelum phobianya akan hilang. Sebaliknya ahli-ahli yang merawat tingkah lakupercaya bahwa suatu phobia adalah problem nya dan tidak perlu menemukan sebab-sebabnya supaya mendapatkan perawatan dan pengobatan. Kebanyakan ahli setuju bahwa tekanan dan ketegangan disebabkan oleh karena si penderita hidup dalam keadaan ketakutan terus menerus, membuat keadaan si penderita sepuluh kali lebih parah.
Kekalutan mental
Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental adalah gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah laku secara kurang wajar.
Gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah :
1. nampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung
2. nampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah
Tahap-tahap gangguan kejiwaan adalah :
1. Gangguan kejiwaan nampak pada gejala-gejala kehidupan si penderita baik jasmani maupun rohani.
2. Usaha mempertahankan diri dengan cara negatif
3. Kekalutan merupakan titik patah (mental breakdown) dan yang 3bersangkutan mengalami gangguan.
Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental :
1. Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna.
2. Terjadinya konflik sosial budaya.
3. Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial.
Proses kekalutan mental yang dialami seseorang mendorongnya kearah positif dan negatif.
Positif; trauma jiwa yang dialami dijawab dengan baik sebgai usaha agar tetap survey dalam hidup, misalnya melakukan sholat tahajut, ataupun melakukan kegiatan yang positif setelah kejatuhan dalam hidupnya.
Negatif; trauma yang dialami diperlarutkan sehingga yang bersangkutan mengalami frustasi, yaitu tekanan batin akibat tidak tercapai nya apa yang diinginkan.


Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Blogroll

About

BTemplates.com

Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive