Sabtu, 08 April 2017

MANUSIA DAN KEINDAHAN

Nisya Rustika A.
1TB03
25316455
 
MANUSIA DAN KEINDAHAN

A.    Keindahan
Konsep abstrak yang tidak dapat dinikmati karena tidak jelas secara fisik, Baru jelas jika sudah dihubungkan dengan sesuatu yang berwujud atau suatu karya.
1.      Pengertian keindahan berdasarkan luasnya keindahan:

a.       Keindahan dalam arti yg seluas-luasnya: keindahan yang meliputi: Keindahan Seni, Keindahan Alam, Keindahan Moral, Keindahan Intelektual.
b.      Keindahan dalam arti estetis murni: Keindahan dalam arti estetik murni menyangkut pengalaman estetik seorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang diserapnya.

2.      Penyebab manusia menciptakan keindahan

Keindahan pada dasarnya adalah alamiah (keindahan ciptaan Tuhan). Alamiah artinya: wajar, tidak berlebihan dan tidak juga kurang.
Contoh: Kalau pelukis melukis wanita lebih cantik dari keadaan sebenarnya atau dilebih-lebihkan akan tidak terlihat indah. Maksudnya misalnya wanita aslinya berkulit sawo matang namun saat dilukis berkulit putih atau matanya belo menjadi sipit.

3.      Tujuan/motivasi seniman menciptakan keindahan:
·            Tata nilai yang telah usang
·            Kemerosotan zaman
·            Penderitaan manusia
·            Keagungan Tuhan


B.     Renungan
Artinya diam-diam memikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Renungan adalah hasil merenung.

1.      Dalam merenung untuk menciptakan seni ada beberapa teori:

a.       Teori Pengungkapan   :Dalil dari teori ini ialah bahwa “Art is an expression of human feeling” (Seni adalah suatu pengungkapan dari perasaan manusia).
b.      Teori Metafisik                        :Merupakan salah satu teori yang tertua, yakni berasal dari Plato yang karya-karya tulisannya untuk sebagian membahas estetik filsafati, konsepsi keindahan dan teori seni. Seniman besar adalah seseorang yang mampu dengan perenungannya itu menembus segi-segi praktis dari benda-benda di sekelilingnya dan sampai pada makna yang dalam, yakni memahami ide-ide dibaliknya;
Teori Psikologis                       : Merupakan semacam permainan yang menyeimbangkan segenap kemampuan mental manusia berhubungan dengan adanya kelebihan energi yang harus dikeluarkan.

2.      Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan bisa lahir, batin, atau lahir batin.
Penderitaan dimulai dari yang ringan sampai yang berat. Penderitaan akan dialami oleh semua orang karena itu sudah merupakan risiko hidup. Ada tanda atau wangsit (pesan/amanat gaib) untuk penderitaan yang akan datang.

3.      Siksaan

a.       Siksaan yang sifatnya psikis

·         Kebimbangan: memiliki arti tidak dapat menetukan pilihan mana yang akan dipilih.
·         Kesepian: merupakan rasa sepi yang dia alami pada dirinya sendiri / jiwanya walaupun ia dalam lingkungan orang ramai.
·         Ketakutan: adalah sebuah sesuatu yang tidak dinginkan yang dapat menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin. Bila rasa takut itu dibesar – besarkan tidak pada tempatnya, maka disebut sebagai phobia.
ü Claustrophobia dan agrophobia: rasa takut terhadap ruangan tertutup.
ü Gamang: rasa takut akan tempat yang tinggi.
ü Kegelapan: rasa takut bila seseorang berada di tempat gelap.
ü Kesakitan: ketakutan yang disebabkan oleh rasa sakit yang akan dialami.
ü Kegagalan: ketakutan dari seseorang karena merasa bahwa apa yang akan dijalankan mengalami kegagalan.


b.      Kekalutan Mental: gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah laku secara kurang wajar.
·         Gejala jasmani dan gejala psikis:
ü  nampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung
ü  nampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah


·         Sebab-sebab terjadinya kekalutan mental:
ü  Kepribadian yang lemah
ü  Terjadinya konflik sosial budaya
ü  Cara pematangan batin

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Blogroll

About

BTemplates.com

Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive